KEHIDUPAN PEDAGANG JAMU GENDONG (STUDI KASUS DI KOTA PEKANBARU)

ABSTRAK: Sejak  dulu  Indonesia  terkenal  akan  kekayaan  rempah-rempah  dan  tumbuhan tradisionalnya.  Karena  kekayaan  alam  itulah  tidak  sedikit  dari  masyarakat  Indonesia  yang mampu  mengolah  rempah-rempah  tersebut  menjadi  sesuatu  yang  bermanfaat  untuk  kesehatan baik digunakan untuk pencegahan maupun untuk pengobatan.
Jamu  adalah  obat  tradisional  Indonesia  yang  dipakai  sejak  dahulu  dan  sudah  terbukti khasiatnya. Jamu merupakan minuman  yang dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Studi ini dilakukan untuk menggungkapkan  tentang  bagaimana  kehidupan  pedagang  Jamu  Gendong  mulai  dari pengambilan  bahan  jamu,  membuat  jamu,  hingga  menjual  jamu.  Penelitian  ini  mengunakan konsep teori tindakan sosial milik Max Weber dan teori Moral Ekonomi Pedagang milik HansDieter Evers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  pedagang  Jamu  Gendong  memiliki  beberapa perbedaan dalam melakukan kegiatan sebagai pedagang Jamu Gendong. Beberapa perbedaan itu diantaranya adalah cara  membuat jamu, berjualan jamu, dan cara berpakaian. Namun, ketiganya juga  memiliki  persamaan  dalam  kegiatan  mengambil  bahan  jamu,  harga  jamu  dan  siklus pembayaran jamu oleh pelanggan. Kegiatan ini dilakukan atas dasar pertimbangan ekonomi dan budaya.  Hasil  penelitian  ini  diharapkan  mampu  memberikan  gambaran  umum  kepada  semua pihak yang membutuhkan informasi tentang Kehidupan Pedagang Jamu Gendong.
Kata Kunci: Tindakan Sosial, Moral Ekonomi Pedagang, Jamu Gendong
Penulis: Anggie Angrani
Kode Jurnal: jpsosiologidd150494

Artikel Terkait :