HARMONISASI KONVENSI CYBER CRIME DALAM HUKUM NASIONAL

Abstrak: Perkembangan  teknologi  informasi  menimbulkan  dampak  positif  dan  negatif dalam  kehidupan  masyarakat.  Salah  satu  dampak  negatifnya  adalah  timbulnya kejahatan  baru  yang  menggunakan  komputer  dan  jaringannya,  baik  sebagai target  kejahatan  maupun  sebagai  alat  atau  sarana  kejahatan  (cyber  crime). Pemerintah  telah  mengundangkan  UU  ITE  sebagai  upaya  untuk  menanggulangi kejahatan tersebut, dan mulai berlaku tahun 2008. Agar UU tersebut dapat efektif mencapai  tujuan  diberlakukannya,  maka  perlu  dilakukan  kajian  sejauhmana penyusunan  UU  tersebut  telah  mengakomodir  bentuk-bentuk  cyber  crime  yang dikenal  selama  ini,  baik  dalam  instrumen  hukum  internasional  maupun  yang terjadi  dalam  praktik  kehidupan  sehari-hari.  Dari  hasil  kajian  terlihat  bahwa masih  ada  bentuk  cyber  crime  yang  belum  diatur  dalam  UU  ITE,  di  antaranya adalah  spamming,  yang  tidak  menimbulkan  kerugian  secara  ekonomis  namun menimbulkan  gangguan  dan  perasaan  tidak  menyenangkan  pada  pihak  korban. Di  sisi  lain  pengaturan  kerjasama  antar  penegak  hukum  maupun  kerjasama internasional  dalam  UU  masih  membutuhkan  pengaturan  lebih  lanjut,  agar penerapan  UU  ini  dapat  efektif  menanggulangi  cyber  crime  yang  seringkali bersifat lintas batas teritorial. 
Kata Kunci: Cyber Crime
Penulis: Akbar Kurnia Putra
Kode Jurnal: jphukumdd140606

Artikel Terkait :