DETERMINASI KEPUASAN FRANCHISEE DI KOTA MEDAN
Abstrak: Penelitian ini
didasarkan pada semakin berkembang pesatnya bisnis franchise yang memegang
peranan yang signifikan
dalam pertumbuhan dan
perluasan bisnis di Indonesia
khususnya di Medan. Beberapa isi dari
literatur franchisee dan berita-berita
yang terkemuka berhubungan
dengan sindiran-sindiran serta
bukti-bukti dari konflik yang terjadi
antara franchisee dan franchisor menandai bahwa
perjanjian franchise perlu diteliti.
Oleh karena itu
hal tersebut adalah
hal yang penting
untuk dimengerti mengenai perihal-perihal yang
membuat franchisee dan franchisor merasa
terjepit. Itulah yang
menjadi tujuan penelitian
ini untuk mengetahui Determinasi Perjanjian Franchise
dan Kepuasan Franchisee. Dengan menggunakan hasil survey
dari franchisee, studi ini mengidentifikasi variabel-variabel dari perjanjian franchise dan kepuasan
franchisee. Pengolahan data dilakukan menggunakan statistic
nonparametric, dengan metode
korelasi Kendall. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa diantara 8
variabel bebas dari
perjanjian franchise yakni
fasilitas, marketing, keuangan,
Komunikasi, jaminan, pelatihan,
sistem pengawasan dan tata cara pemutusan kerjasama perjanjian, yang
memiliki hubungan yang cukup kuat
dengan variabel terikat
kepuasan franchisee adalah 4 variabel bebas, yakni
fasilitas, jaminan, sistem
pengawasan dan tata
cara pemutusan kerjasama perjanjian. Sementara yang
paling dominan adalah
variabel jaminan, dengan koefisien
korelasi sebesar 0,510
dan tingkat signifikan
sebesar 0,010 untuk kualitas pelayanan dan 0,442 dan
tingkat signifikan sebesar 0,030 untuk
Keyakinan. Kualitas
Pelayanan dan Keyakinan adalah dua dari
tiga variabel Kepuasan Franchisee. Ini
adalah bukti bahwa
sebuah jaminan mampu
memberikan kepuasan kepada para
franchisee.
Penulis: TETTY YULIATY, DESI
IKA
Kode Jurnal: jpakuntansidd140759