RISIKO SISTEMIK PERBANKAN INDONESIA
ABSTRAK: Studi ini
menelaah penggunaan Altman
Z-score sebagai sebuah
indikator untuk menggambarkan kesehatan
bank secara individual
dalam konteks stabilitas
industri perbankan. Terhadap 77 bank umum di Indonesia, masing-masing
dengan 96 periode waktu (bulanan 2006 -
2013), dihitung nilai Altman Z-score (ZSCORE). Rasio simpanan suatu bank
di bank lain dalam portofolio asset bank tersebut dipakai sebagai indikator keterkaitan bank
tersebut dengan bank
lain (GIRO), sedangkan
rasio simpanan masyarakat di
suatu bank dibandingkan dengan total kewajiban bank tersebut menjadi indikator ketergantungan bank
dengan pasar input
(DPK). Uji stasioneritas terhadap data runtut waktu menghasilkan dua kelompok bank: bank
dengan ZSCORE stasioner dan bank dengan
ZSCORE tidak stasioner.
Rata-rata ZSCORE bank
dengan ZSCORE tidak stasioner
lebih tinggi dari rata-rata ZSCORE bank dengan ZSCORE stasioner. Dari regresi atas
data panel ditemukan
bahwa ZSCORE meningkat
baik karena GIRO meningkat atau
karena DPK turun
pada 1 atau
2 bulan sebelumnya.
Pengaruh perubahan GIRO terhadap ZSCORE lebih besar di kelompok bank
dengan ZSCORE tidak stasioner.
ZSCORE dapat menangkap
perubahan tingkat kesehatan
atau keamanan bank yang
diakibatkan oleh perubahan
keterkaitan bank dengan
bank lainnya dan kerentanan
bank di pasar
input. Studi lebih
lanjut diperlukan untuk
menemukan indikator individual bank dalam konteks stabilitas industri
perbankan.
Penulis: Miryam Lilian Wijaya,
Chandra Utama, Charvin Kusuma
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd150940