RELIGIUSITAS KARYAWAN WAROENG STEAK AND SHAKE DI YOGYAKARTA

ABSTRAK: Religusitas  merupakan  bentuk  kepasarahan  dan  rasa  ketergantungan  seseorang  kepada Tuhan yang disebabkan karena adanya kesadaran orang tersebut sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang  harus  menyembah  dan  melaksanakan  setiap  ajaran-ajaran  Tuhan.  Untuk  melaksanakan ajaran  Tuhan  tersebut  melalui  sistem spiritual  company  yang  dipandang  sebagai  sistem diharapakan  mampu  melahirkan  manusia-manusia  yang  bertakwa  dan  beriman  kepada  Tuhan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  bagaimana  pengaruh  sistem spiritual  terhadap produktifitas  karyawan  yang  diterapkan  oleh  salah  satu  perusahaan  makanan  Waroeng  Steak And Shake yang terdapat di kota Yogyakarta. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif  diskriptif  dengan  memilih  lokasi  di Yogyakarta. Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  pengamatan  berperan  serta, wawancara  terstruktur,  dan  dokumentasi.  Informan  sebagai  sumber  data  dalam  penelitian  ini adalah  beberapa  karyawan  dan  manager  perusahaan.  Pemilihan  informan  dilakukan  dengan prinsip purposive  sampling. Untuk  pemeriksaan  keabsahan  data  yang  diperoleh  di  lapangan, peneliti  menggunakan  dua  teknik  yaitu triangulasi  metode  dan  pemeriksaan  melalui  diskusi dengan rekan sejawat. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil  penelitian  ini  menunjukan  bahwa  bagi  karyawan  yang  baru  bergabung  dengan perusahaan  ini  mereka  memiliki  alasan  masing-masing,  ada  yang  beralasan  karena  memang butuh  pekerjaan,  ada  juga  yang  tertarik  bekerja  di  perusahaan  ini  karena  sistem  spiritual  yang kuat  dan  tidak  semua  perusahaaan  mengedepankan  sisi  agamanya,  sehingga  mereka  dapat bekerja  sambil  belajar  agama.  Jika  diihat  dari  dampak  sistem  ini  terhadap  karyawan  dari  segi kepribadian  banyak  karyawan  yang mengalami  perubahan yang dari  awalnya  jarang  mengaji, jarang shalat, perokok aktif dan pemabuk, dari bimbingan spiritual company ini mereka dapat berubah menjadi lebih baik. Selain itu dari segi sosial, sistem ini melahirkan ikatan sosial yang semakin kuat antara karyawan satu dengan yang lainya, dari segi produktifitas kerja, sistem ini mampu  meningkatkan  semangat kerja karyawan  dan  mengubah  tujuan  kerja  karyawan  bahwa bekerja tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka saja tetapi bekerja juga  merupakan  satu  bentuk  ibadah  kepada  Tuhan  yang  nantinya  juga  akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti karena baik buruknya kita dalam menjalankan pekerjaan itu akan menjadi salah satu alasan pertanggungjawaban tersebut.
Kata kunci: Religiusitas, Spiritual company, Karyawan
Penulis: Hari Kiswanto dan Amika Wardana, Ph.D
Kode Jurnal: jpsosiologidd150338

Artikel Terkait :