Relasi Gender Dalam Pemerintahan Desa (Studi Pada Perangkat Desa di Desa Arjomulyo, Adimulyo, Kebumen)

ABSTRAK: Permasalahan yang muncul dalam sistem pemerintahan desa salah satunya masih rendahnya  jumlah  perempuan  yang  menduduki  jabatan  sebagai  perangkat  desa. Hanya satu perangkat desa perempuan yang mampu menduduki jabatan perangkat desa.  Dominasi  perangkat  laki-laki  akan  mempengaruhi  bagaimana  relasi  yang terbangun  di  dalamnya.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana relasi gender yang terjadi dalam pemerintahan desa antara perangkat desa laki-laki dan  perangkat  desa  perempuan  serta  dampak  relasi  gender  terhadap  kinerja perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Kajian tentang relasi gender  ini  menggunakan  metode  kualitatif  deskriptif.  Informan  penelitian  ini dipilih  menggunakan  teknik  purposive  sampling.  Teknik  pengumpulan  data dilakukan  dengan  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi  atau  arsip.  Proses analisis  data  dalam  penelitian  ini  menggunakan  analisis  model  interaktif  Miles dan Huberman, mulai dari pengumpulan data reduksi data, penyajian data, hingga proses  penarikan  kesimpulan.  Validitas  atau  keabsahan  data  diperiksa  dengan mengunakan  teknik  triangulasi  sumber  dan  teknik  triangulasi  metode. Hasil penelitian  ini  menunjukan  bahwa  relasi  gender  yang  terbentuk  antara  perangkat laki-laki dan perangkat perempuan menunjukan pola hubungan yang berwawasan gender  dan  pola  hubungan  yang  tidak  berwawasan  gender.  Hubungan  yang berwawasan  gender  yaitu  tercipta  hubungan  yang  berkesetaraan  gender. Kesetaraan  gender  menciptakan  hubungan  harmonis.  Hubungan  yang  harmonis adalah hubungan yang fungsional atau hubungan yang saling melengkapi antara perangkat  laki-laki  dan  perangkat  perempuan.Sedangkan  hubungan  yang  tidak berwawasan  gender  yaitu  terdapat  hubungan  yang  tidak  berkesetaraan  gender. Ketidaksetaraan  gender  terlihat  dari  adanya  relasi  gender  yang  masih mengindikasikan adanya kesenjangan gender dan bias gender di dalamnya. Relasi yang  dibangun  juga  dipengaruhi  sudut  pandang  masyarakat.  Budaya  patriarki dalam  masyarakat  mempengaruhi  relasi  gender  dalam  pembagian  peran  yang disesuaikan  dengan  jenis  kelamin.  Dampak  pola  hubungan  yang  berkesetaraan gender  yaitu  hubungan  yang  setara  antara  perangkat  laki-laki  dan  perangkat perempuan  akan  menimbulkan  hubungan  yang  harmonis.  Hubungan  yang harmonis  dapat  meningkatkan  semangkat  kerja  di  antara  perangkat  desa. Semangat  kerja  inilah  yang  mampu  meningkatkan  kinerja  dalam menjalankan tugas.  Sedangkan  relasi  yang  tidak  berwawasan  berdampak  negatif   terhadap kinerja seperti kurangnya peran perempuan dalam berbagai tugas di lapangan dan kemampuan perangkat perempuan yang sulit berkembang.
Kata kunci: relasi gender, pemerintahan desa, perangkat desa
Penulis: Sri Rahayu/Nur Hidayah
Kode Jurnal: jpsosiologidd150342

Artikel Terkait :