POLA INTERAKSI PENYANDANG TUNA NETRA DENGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PIYUNGAN, KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA

ABSTRAK: Manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial yang hidup berkelompok membentuk pola interaksi sosial yang bersifat multi-relasi. Begitupun yang terjadi pada para penyandang tuna  netra  di  Kecamatan  Piyungan.  Ketunanetraan  membawa  hambatan  dalam melakukan interaksi,  hilangnya  penglihatan  memberikan  sisi  menarik  dalam  membentuk  pola-pola interaksi dengan manusia yang ada disekitarnya baik itu dengan individu maupun kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola interaksi penyandang tuna  netra  dengan  masyarakat  di  Kecamatan  Piyungan,  Bantul,  Yogyakarta.  Metode penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif  deskriptif.  Kriteria  informan  dalam penelitian ini adalah penyandang tuna netra di Kecamatan Piyungan, Saudara Penyandang tuna netra, orang terdekat penyandang tuna netra. Hasil penelitian ini adalah adanya pola interaksi yang kompleks pada penyandang tuna netra di Kecamatan Piyungan. Pola interaksi yang terjadi adalah antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok, baik itu terjadi dalam lingkungan keluarga, pertemanan, masyarakat  umum,  organisasi,  lingkungan  pekerjaan  dan  lingkungan  pendidikan.  Motif pelaku dalam pola interaksi sosial muncul, yaitu motif individu dan motif kelompok. Selain itu adanya penggunaan simbol-simbol oleh penyandang tuna netra dalam melakukan interaksi  sosial dengan orang lain, baik itu dengan orang normal atau sesama penyandang tuna netra,mpenggunaan simbol berupa output dan input, yaitu melalui pemaknaan dan pemberian simbol melalui indra pendengaran, peraba, pembau, pengecap, dan sedikit indra penglihatan bagi low vision.
Kata kunci: pola interaksi sosial, tuna netra, Kecamatan Piyungan
Penulis: Ilyas Fahrudin
Kode Jurnal: jpsosiologidd150330

Artikel Terkait :