PELAKSANAAN PROGRAM “KELURAHAN SIAGA AKTIF” DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT (STUDI DI KELURAHAN WINONGO KECAMATAN MANGUHARJO KOTA MADIUN)

Abstrak: Salah satu program untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan adavah melalui Program “Desa Siaga” atau Kelurahan Siaga Aktif”. Salah satu daerah yang melaksanakan Program “Kelurahan Siaga Aktif” dengan baik adalah Kota Madiun, khususnya di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo. Hasil penelitian ini berfokus pada pelaksanaan Program dan faktor penghambat serta pendukung. Program “Kelurahan Siaga Aktif” di Kelurahan Winongo ini memiliki tahap pelaksanaan, yaitu dari persiapan, pelaksanaan program, pemantauan dan evaluasi, pendekatan pengembangan pelaksanaan kegiatan, hingga pembinaan dan peningkatan. Stakeholder yang berperan dalam pelaksanaannya adalah pemerintah, swasta, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), tim penggerak PKK serta masyarakat Kelurahan Winongo. Dampak yang terjadi misalnya masyarakat winongo semakin mandiri, derajat kesehatan meningkat, peningkatan UKBM, berkurangnya masyarakat yang miskin, Puskesmas Manguharjo berjalan sesuai dengan SOP. Sedangkan Faktor penghambat internal meliputi SDM dan masyarakat, faktor penghambat eksternal yaitu Sumber daya finansial, pendukung internalnya yaitu masyarakat, pendukung eksternalnya yaitu pihak swasta, tenaga profesional, dan landasan hukum.
Kata kunci: Program “Kelurahan Siaga Aktif”, pelayanan, kesehatan, stakeholder
Penulis: Yohana Priliana Wimmy Putri
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd151146

Artikel Terkait :