IMPLEMENTASI PERDA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG KAWASAN TANPA ASAP ROKOK DI KOTA BONTANG (Studi Tentang Kawasan Terbatas Merokok di Kantor Kecamatan Bontang Barat)
Abstrak: Penelitian ini
membahas tentang Implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2012 tentang
Kawasan Tanpa Asap Rokok di Kota Bontang (Studi tentang Kawasan Terbatas
Merokok di Kantor Kecamatan Bontang Barat).
Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk
mengetahui dan mendeskripsikan. Implementasi Peraturan
Daerah Nomor 5 tahun 2012 tentang Kawasan Terbatas. Merokok di Kantor Kecamatan
Bontang Barat dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor apa saja
yang menjadi penghambat dalam Implementasi Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang
Kawasan Terbatas Merokok di Kantor Kecamatan Bontang Barat.
Adapun fokus penelitian
ini adalah penyediaan
Tempat Khusus Merokok, penyuluhan kepada pegawai serta
masyarakat kemudian sanksi yang diberlakukan. Selanjutnya faktor
penghambat Implementasi
Peraturan Daerah Nomor
5 tahun 2012 tentang Kawasan Terbatas Merokok di Kantor Kecamatan
Bontang Barat. Data primer dalam
penelitian ini diantaranya
adalah Sekretaris Kecamatan Bontang Barat,
Para Pegawai Kecamatan
Bontang Barat dan
Masyarakat Kecamatan Bontang
Barat. Data dianalisis
dengan menggunakan Analisis
Data Kualitatif Model Interaktif dari Miles and Hubberman.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, bahwa Implementasi perda Kota
Bontang Nomor 5 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (Studi tentang
Kawasan Terbatas Merokok di kantor Kecamatan Bontang Barat) faktanya belum berjalan
maksimal sebagaimana yang diharapkan walaupun sudah bisa sedikit demi sedikit
diterapkan dan sudah bisa mengurangi para pelanggar dan menyadarkan masyarakat
bahwa ada tempat-tempat tertentu yang dimana benar-benar dilarang untuk merokok
dan terbatas untuk kegiatan merokok. Belum maksimalnya implementasi peraturan
daerah ini disebabkan karena ada beberapa hal yang tidak maksimal dilakukan
seperti belum disediakannya tempat khusus merokok yang layak bagi para perokok,
kurangnya penyuluhan secara langsung, dan belum maksimal sanksi yang
diberlakukan bagi para pelanggar di Kawasan Terbatas Merokok serta
faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasi.
Penulis: Alvi Novitarani
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd150798