FAKTOR PEWARISAN KONFLIK ANTARA GENG OESTAD DAN RIB DI KOTA YOGYAKARTA
Abstrak: Konflik dapat terjadi
dimana saja dan berlaku bagi siapa saja tidak terkecuali geng sekolah.
Penelitian ini memfokuskan pada konflik geng OESTAD dan RIB yang kemudian diwariskan
kepada anggota baru
dan menjadi sebuah
budaya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk
mengetahui faktor-faktor penyebab
konflik dan bagaimana cara
pewarisan konflik yang
dilakukan oleh anggota
lama geng OESTAD dan
RIB kepada anggota
baru. Jenis penelitian
ini adalah penelitian deskriptif kualitatif
dengan subjek anggota
dari masing-masing geng
OESTAD dan RIB di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan sumber
data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan
data yang digunakan
adalah observasi, wawancara, studi
pustaka, dan dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan pengambilan sample
dengan teknik snowball
sampling. Validitas data
yang digunakan pada penelitian
ini adalah triangulasi
sumber. Analisis data menggunakan model analisis data
interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data
dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor yang
menyebabkan konflik antara OESTAD dan RIB, yaitu faktor internal (1) Perbedaan
agama yang merupakan basis sekolah dimana kedua geng berasal, OESTAD
lebih ke Islam
dan RIB beragama
Kristen, (2) Pemberian doktrin kepada
anggota baru geng
OESTAD lewat forum
geng dan perekrutan yang dilakukan
didalam asrama, (3)
Proses menebar rasa
benci kepada anggota baru
geng RIB melalui
perekrutan yang dilakukan
oleh anggota geng
senior kepada anggota geng
baru. Faktor eksternal
(1) Persaingan yang
terjadi antara kedua geng
berdasarkan tujuan geng didirikan yaitu ingin menjadi geng nomor 1 dan menguasai
geng sekolah se-Kota
Yogyakarta, (2) Ngebom
tags gravity merupakan bentuk
aksi konflik yang dilakukan oleh anggota dari geng OESTAD maupun RIB. Cara
pewarisan konflik dari anggota lama kepada anggota baru dari kedua geng yaitu
terjadi melalui dua tahap yang pertama
terjadi ketika perekrutan anggota baru, cara yang kedua terjadi ketika
forum geng dilaksanakan.
Penulis: Prabane Satya Gama
Eka Nugraha Putra
Kode Jurnal: jpsosiologidd150332