Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Masuknya Lansia Ke Panti Jompo (Suatu Tinjauan di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso, Yogyakarta)
ABSTRAK: Artikel ini
berfokus pada latar
belakang penempatan orang
tua lanjut usia
di Panti Jompo khususnya
di Panti Sosial
Tresna Werdha Unit
Abiyoso, di Sleman, Yogyakarta. Modernisasi
dan pertumbuhan industri
yang tidak terkendalimenyebabkan perubahan
pada fungsi-fungsi keluarga
yang berdampak kepada kehidupan para lansia. Hal
ini mendorong peningkatan
sejumlah lansia terlantar
baik secara ekonomi maupun sosial.
Lansia terlantar baik secara
ekonomi maupun sosial mendorong penempatan
mereka ke Panti
Jompo karena keinginan
pribadi atau dari dorongan
keluarga mereka. Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi masuknya
lansia ke Panti
Jompo khususnya di
Panti Sosial Tresna Werdha Unit
Abiyoso, Yogyakarta. Kajian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Adapun sumber data
utama terdiri dari observasi di Panti
Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso, wawancara dengan para lanjut usia (klien) di Panti, keluarga lanjut usia
dan pengelola Panti
tersebut. Kajian juga
menggunakan sumber data sekunder
dari dokumentasi dan
arsip di Panti
Sosial Tresna Werdha
Unit Abiyoso, Yogyakarta. Validitas
data yang digunakan
diuji dengan trianggulasi
sumber. Selanjutnya, kajian menggunakan
model analisis dari
Milles dan Hubberman
untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi temuan-temuan data penelitian
lapangan Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa faktor penyebab masuknya
lanjut usia ke Panti Jompo yang
dibedakan menjadi faktor
pendorong dan faktor
penarik. Faktor penarik datang
dari PSTW Abiyoso yang menjalankan pelayanan secara professional, yang
menyediakan tiga program kerja unggulan serta mengadakan berbagai kegiatan pengembangan
aspek fisik, psikis dan keterampilan. Lanjut usia senantiasa diberikan kebebasan berekspresi
dan berekreasi serta
pengelola Panti gencar
melakukan sosialisasi dan kerjasama
kepada masyarakat umum
dan birokrasi pemerintahan. Adapun faktor
pendorong disebabkan oleh
kondisi lanjut usia
yang terlantar secara sosial
dan ekonomi, lanjut
usia yang tidak
memiliki keluarga dekat,
dan anggota keluarga yang sibuk
dengan pekerjaan dan keluarga barunya. Beberapa diantara lanjut usia yang
hendak mencari kebahagiaan hidup bahkan juga disebabkan oleh keinginan pribadi para
lanjut usia yang tidak ingin membebani perekonomian keluarganya.
Penulis: Edy Purwanto dan Puji
Lestari
Kode Jurnal: jpsosiologidd150346