RELASI ETIKA, BISNIS MEDIA, DAN MASYARAKAT TONTONAN YANG DICIPTAKANNYA (Analisis Tayangan Pernikahan Raffi Ahmad-Nagita Slavina)

Abstrak: Televisi  adalah   salah  satu  media  yang  paling  berpengaruh  dalam  masyarakat  dewasa  ini. Apa yang dipandang penting oleh media (owner), menjadi penting pula bagi pemirsa atau pembaca. Televisi  telah  membuat  masyarakat  pemirsa  terjebak  pada  imajinasi-imajinasi  yang  berlebihan (hiper-imajinatif). Televisi juga menciptakan tayangan instan dan berusaha menciptakan pasar bagi tayangannya. Media massa berperan dalam menjadikan dunia nyata sebagai kumpulan dari citraancitraan  yang  bersifat  hypnoti.  Televisi,  media  utama  budaya  populer,  adalah  penyalur  yang sempurna  bagi  pelampiasan  hasrat  konsumerisme  dan  fetisisme.  Sedangkan  menurut  Marx  dan Lukacs terdapat kesimpulan bahwa masyarakat kekinian menjadi objek pasif yang mengkonsumsi tontonan (spectacles).  Segala sesuatu  yang diproduksi oleh media massa, terutama televisi adalah komodifikasi  sehingga  semuanya  dapat  dijual  atau  ditukar.  Komoditas  tersebut  bukan  berangkat dari  nilai  guna  (use-value)  maupun  kondisi  fisik-material  alamiah  benda-benda  yang dikomodifikasikan. Sistem semacam ini tidak mengutamakan nilai guna tetapi nilai komoditas (nilai komersilnya), sehingga barang yang diciptakan bersifat fetis, Artinya pemujaan  ‗berhala‘ terhadap Segala sesuatu yang diproduksi oleh media massa. Komoditas tersebut bukan  berangkat dari nilai guna  (use-value)  maupun  kondisi  fisik-material  alamiah  benda-benda  yang  dikomodifikasikan. Masyarakat modern merupakan akumulasi tontonan yang tak terhingga. ―Apa yang pada awalnya dihidupi telah menjadi  representasi  semata.  Tontonan  adalah  penyeragaman  dan  unifikasi  atas masyarakat  itu  sendiri  melalui  citra-citra  yang  ditampilkannya.  Padahal,  ketika  tontonan  menjadi representasi semata, maka kebenaran adalah momen kepalsuan (falsehood)
Kata kunci: etika, masyarakat tontonan, hiperimajinasi, kepalsuan
Penulis: Arvinda Hanugraheningtias
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150330

Artikel Terkait :