PERSEPSI PEREMPUAN TERHADAP ALAT KONTRASEPSI (STUDI FENOMENOLOGI PADA AKSEPTOR PEREMPUAN ATAS TUBUH YANG DIPASANG ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN CANDIRENGGO, KECAMATAN SINGOSARI, KABUPATEN MALANG)
ABSTRACT: Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh Negara program Keluarga Berencana yang diselenggarakan
oleh negara yang bertujuan untuk menurunkan jumlah penduduk dengan
mensosialisasikan pemakaian alkon sehingga tercipta keluarga sejahtera. Namun,
pada praktiknya, pemakaian alkon lebih banyak ditujukkan pada perempuan
walaupun memiliki efek samping diantaranya perdarahan, tidak menstruasi,
kegemukan maupun efek secara psikologis. Penelitian ini berupaya menjelaskan
persepsi akseptor perempuan terhadap tubuh yang dipasangi alkon. Teori
Fenomenologi Persepsi oleh Maurice Marleau-Ponty menjadi alat analisis untuk
menjelaskan persepsi perempuan terhadap alkon dengan pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian menunjukkan pengalaman prarefleksi mengenai alkon
diperkenalkan pihak medis dibantu oleh keluarga, lingkungan sekitar, dan media.
Ketika perempuan mengalami kegagalan alkon, perempuan hanya bisa pasrah
sedangkan ketika mengalami efek samping ada dua persepsi yaitu alkon menjadi pembebas
perempuan dari efek samping yang ditimbulkan alkon sebelumnya, kedua, perempuan
tidak apa-apa dengan efek samping yang dirasakan. Persepsi yang kedua merupakan
upaya medis mengubah efek samping alkon menjadi “tidak apa-apa” agar perempuan
tetap memakai alkon dan tujuan program KB dapat berhasil.
Wacana jumlah anak dan alkon menjadi norma yang harus dipatuhi oleh
masyarakat. Perempuan tidak terlalu terbuka dalam menceritakan pengalaman
ketertubuhan pada orang lain termasuk pada suami. Laki-laki tidak memiliki
pengetahuan mengenai alkon sehingga acuh dalam setiap tahap pengalaman
perempuan karena negara dan medis tidak melibatkan laki-laki dalam sosialisasi
alkon secara sistemis sehingga menunjukkan
program KB bias gender.
Penulis: IKA HUTAMININGSIH
Kode Jurnal: jpsosiologidd150239