PARTISIPASI DALAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN KELURAHAN TAAS KOTA MANADO

Abstrak: Model  pembangunan  partisipatif  dapat  dikatakan  sebagai  suatu  bentuk  reaksi  atas  manajemen pembangunan yang berparadigma atau bermodelkan neo-liberalisme yang banyak mengalami kegagalan. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan atau disingkat PNPM Mandiri Perkotaan menganut model pembangunan partisipatif di mana partisipasi masyarakat menjadi syarat mutlak dalam menjalankan  program  ini.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengenali  jenis-jenis  partisipasi  masyarakat  dalam PNPM-Mandiri Perkotaan  Kelurahan Taas kecamatan Tikala Kota Manado melalui tahapan perencanaan  dan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi kegiatan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber datanya melalui data sekunder dari kantor  Kelurahan Taas dan dari kantor  Koordinator  Kota Manado PNPM Mandiri Perkotaan.  Data primer bersumber  dari  wawancara  kepada  14  orang  informan  sebagai  representasi  dari  pemerintah  kelurahan, kepala lingkungan, fasilitator pendamping, dan masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.  Kegiatan mengecek keabsahan data dalam penelitian  kualitatif,  peneliti  menggunakan  uji  kredibilitas,  transferabilitas,  dependabilitas  dan konfirmabilitas.
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  proses  kegiatan  dalam  PNPM  Mandiri  Perkotaan  melalui tahapan  siklusnya  sangat  baik  dalam  mendorong  partisipasi  masyarakat  dalam  perencanaan  dan pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan pemeliharaan hasil kegiatan. Masyarakat berpartisipasi dalam pengambilan  keputusan  melalui  rembuk  perencanaan  dan  menetapkan  prioritas  kegiatan.  Pelaksanaan kegiatan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), dan pekerjaan dilakukan secara gotong royong dan berswadaya. Hasil kegiatan tridaya yaitu infrastruktur lingkungan, ekonomi pinjaman bergulir dan kegiatan sosial  produktif  dirasakan  sangat  bermanfaat  bagi  masyarakat.  Kendala  yang  terjadi  dalam  partisipasi masyarakat berada pada tahapan siklus evaluasi kegiatan melalui tinjauan partisipatif dan rembuk warga tahunan.  Kurangnya  waktu  luang  dan  menaruh  kepercayaan  k epada  Lembaga  Keswadayaan  Masyarakat (LKM), menyebabkan kurangnya keikutsertaan masyarakat dalam melakukan evaluasi kegiatan/program.
Kesimpulan  dari  hasil  penelitian  ini  adalah  masyarakat  Kelurahan  Taas  Kecamatan  Tikala  Kota Manado  berpartisipasi  secara  aktif  dalam  pengambilan  keputusan,  pelaksanaan,  dan  pemanfaatan  serta pemeliharaan  hasil  kegiatan,  namun  masih  kurang  keterlibatannya  dalam  evaluasi.  Disarankan  agar masyarakat harus mengambil bagian secara aktif dalam evaluasi, karena  pada tahap ini dianggap sebagai umpan balik yang dapat memberi masukan demi perbaikan pelaksanaan program/kegiatan selanjutnya .
Kata kunci: Partisipasi, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan
Penulis: Ferdinand Kalesaran, Ventje V. Rantung, Novi R. Pioh
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150358

Artikel Terkait :