MANAJEMEN KONFLIK UNTUK MENCIPTAKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF (Studi Kasus Di Departemen Purchasing PT. Sumi Rubber Indonesia)
Abstrak: Perilaku buruk
yang dilakukan oleh
seorang karyawan dalam
sebuah organisasi akan enghambat komunikasi yang terjadi antar
anggotanya. Perilaku buruk yang kerap terjadi disebuah perusahaan adalah
memeras, suap, menggertak,
menipu, ketidakjujuran, intimidasi,
pelanggaran privasi,
pelecehan seksual, ancaman,
pencurian, diskriminasi, pemberian
informasi yang salah. Di
departemen Purchasing PT.
Sumi Rubber Indonesia
terdapat beragam perilaku
buruk yang ditemukan, diantaranya
adalah agresi kejahatan, penipuan, ketidaksopanan, sabotase dan pencurian. Komunikasi
berarti memberikan informasi dan mendistribusikannya kepada para anggota organisasi,
jika distribusi tersebut terhambat karena adanya perilaku buruk yang dilakukan
oleh seseorang atau salah satu karyawan maka komunikasi yang terjalin menjadi
tidak efektif. Dalam jangka panjang komunikasi yang tidak efektif tersebut akan
mengakibatkan timbulnya kesalahpahaman penafsiran ehingga menimbulkan prasangka
dan akhirnya berujung pada konflik dalam internal perusahaan atau organisasi.
Peran manajemen sangat dibutuhkan untuk mengatasi konflik yang terjadi karena dampak
dari konflik tersebut akan berimbas pada kinerja dan efektifitas pekerjaan
diperusahaan khususnya di PT. Sumi Rubber Indonesia.
Penulis: Choerul Anwar
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150337