MAKNA PELATIHAN BAGI ANAK JALANAN DALAM PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN OTOMOTIF DI KOTA MALANG
ABSTRACT: Penelitian ini
membahas mengenai makna pelatihan bagi anak jalanan dalam program pelatihan
keterampilan otomotif. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis makna
pelatihan bagi anak jalanan dalam program pelatihan keterampilan otomotif.
Sehingga memberikan gambaran, mengapa program pelatihan keterampilan otomotif
yang sudah berjalan belum mencapai tujuan.
Penelitian ini mengunakan teori yang dikemukan Peter L. Berger dan
Luckman, melalui proses tiga momen dialektika, yaitu obyektivasi, internalisasi
dan eksternalisasi. Untuk menggali data, peneliti melakukan wawancara,
observasi dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data secara
horisonalisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak jalanan memiliki pemaknaan
terhadap pelatihan, bahwa pelatihan merupakan kegiatan yang bermanfaat. Karena
menurut kelima anak jalanan, pelatihan bisa membuat mereka terampil dalam
keterampilan otomotif. Sehingga, ketika terampil dalam keterampilan otomotif,
bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja dan akhirnya tidak membuat anak
jalanan terpaksa turun ke jalanan lagi. Namun menurut pemaknaan anak jalanan
terhadap pelatihan, seharusnya pelatihan harus berjalan lebih lama, harus
memberikan pembelajaran otomotif yang baik, harus memberikan perlengkapan
otomotif yang lengkap dan pelatihannya harus sesuai dengan umur. Karena menurut
mereka, bila tidak mencangkup empat hal tersebut, pelatihan tidak akan bisa
membuat mereka bisa terampil dalam keterampilan otomotif. Proses munculnya
pemaknanya anak jalanan sendiri, dimulai dari proses internalisasi (proses anak
jalanan mendapatkan pengetahuan terhadap pelatihan), eksternalisasi (proses
anak jalanan memberikan penyikapan terhadap pengetahuan yang mereka terima) dan
objektivasi (proses anak jalanan memiliki pemaknanya sendiri terhadap
pelatihan).
Penulis: MOCH WAHYU NIKKO HADI
AL ROSIT
Kode Jurnal: jpsosiologidd150249