KOMUNIKASI KELOMPOK DI KAMPUNG KAPASAN DALAM SURABAYA
ABSTRACT: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan oleh warga kampung
Kapasan Dalam Surabaya dalam menjaga pluralisme mengingat bahwa kampung Kapasan
Dalam terdiri dari warga Jawa, Tionghoa dan Madura. Pluralisme sendiri adalah
keterlibatan secara aktif dan interaksi positif dalam menerima perbedaan suku
dan agama (kemajemukan) dan berujung pada kerukunan. Metode yang digunakan
adalah studi kasus.
Peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan
observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pluralisme di kampung
Kapasan Dalam dapat tetap terjaga karena pertemuan intens yang terjadi antar
anggota kelompok yang merupakan bagian dari kampung Kapasan Dalam, penggunaan
bahasa arek/Jawa Suroboyo rusuh dengan tujuan bercanda sebagai bahasa
sehari-hari mereka serta adanya sikap saling menghormati,menghargai dan
toleransi yang tinggi antar warga Jawa, Tionghoa dan Madura di kampung ini.
Penulis: Gracia Avosma
Tanakajaya
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150310