KEBERMAKNAAN NORMA-NORMA SOSIOKULTURAL DALAM PEMAKAIAN BAHASA PADA MASYARAKAT MELAYU JAMBI DI KABUPATEN BATANGHARI
Abstract: Penelitian ini
bertujuan mendeskripsi kebermaknaan norma-norma sosiokultural dalam pemakaian bahasa pada Masyarakat Melayu Jambi di Kabupaten Batanghari.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Batanghari. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian penutur bahasa
Melayu di daerah Kabupaten Batanghari. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah pengamatan dan wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa diperoleh norma-norma sosiokultural interaksi dan interpetasi pada
masyarakat Melayu Batanghari Jambi dalam berbahasa. Norma sosiokultural
interaksi yaitu norma yang bertalian dengan boleh-tidaknya sesuatu dilakukan oleh penutur ketika
interaksi verbal berlangsung. Norma interaksi tampak apabila terjadi interaksi
verbal langsung antara penutur. Norma interaksi ini meliputi berbagai norma
yang dapat dilakukan kepada lawan tutur, seperti: (1) memberi kesempatan lawan
tutur untuk ganti berbicara, (2) menunjukkan sikap simpatik terhadap lawan
tutur, (3) jangan memotong pembicaraan lawan
tutur sebelum selesai berbicara, (4) meminta maaf jika tidak dapat
memenuhi apa yang di harapakan lawan tutur, (5) mengucapkan terima kasih kepada
lawan tutur yang telah memberi perhatian, dan (6) mengingat dimana dan kapan
pembicaraan berlangsung. Norma sosiokultural interprestasi pada masyarakat
Melayu Batanghari Jambi dalam berbahasa, meliputi berbagai hal, antara lain:
(1) memiliki sikap dan gerak gerik
anggota badan yang sopan dalam bertuturan, seperti: posisi badan saat
berbicara, (2) sesuatu yang tabu dalam perihal menanyakan usia, pekerjaan, penghasilan, status
perkawinan, dan (3) memiliki aktivitas tutur yang sopan, seperti; memiliki tatakrama
bertutur, ketegasan ucapan dalam bertutur.
Penulis: Kamarudin, Andiopenta, Eddy Pahar
Kode Jurnal: jpsosiologidd150274