INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRASI DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA SUNGAI BESAR KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG
Abstract: Jurnal ini
berjudul “Interaksi Sosial
Masyarakat Transmigrasi Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Sungai Besar,
Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.Selanjutnya, penulis
merumuskan masalah umum dari penelitian ini yakni “bagaimana proses interaksi
sosial yang terjadi antara Masyarakat Transmigrasi dengan Masyarakat Lokal di
Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang”. Dengan
tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses kerjasama, persaingan,
pertikaian serta proses akomodasi antara Masyarakat Transmigrasi dengan
Masyarakat Lokal di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten
Ketapang.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif
dengan metode kualitatif. Jenis penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian
yang bermaksud untuk mendeskrpsikan atau melukiskan, bagaimana proses interaksi
yang terjadi di kehidupan masyarakat Transmigrasi dengan masyarakat lokal di
Desa Sungai Besar tersebut, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.
Metode penelitian kualitatif mengutamakan manusia sebagai instrumen penelitian,
sebab mempunyai adaptasi yang tinggi sehingga dapat menyesuaikan diri dengan
situasi yang dapat berubah ketika melakukan penelitian.
Penelitian tentang proses interaksi sosial masyarakat transmigrasi dengan
masyarakat lokal ini, penulis menggunakan teori interaksi sosial dari Gillin
dan Gillin. Menurut Gillin dan Gillin (dalam Soekanto, 2012:55) yang dimaksud
dengan interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang
menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia,
maupun antara perorangan dengan kelompok manusia. Kemudian untuk mendukung
teori diatas, penulis juga menggunakan teori struktural fungsional oleh Tallcot
Parsons. Menurut teori struktural fungsional masyarakat merupakan suatu sistem
sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan
saling menyatu dalam keseimbangan (Ritzer, 1985:25). Perubahan yang terjadi pada
satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Terkait dengan proses kerja sama, bahwa
bentuk kerja sama yang terbentuk antara
masyarakat transmigrasi dengan masyarakat lokal karena adanya kepentingan dan
tujuan yang sama. Sedangkan dalam proses persaingan yakni untuk memperoleh
status sosial atau suatu penghargaan bagi masyarakat yang tinggal di pemukiman
transmigrasi yakni sebagai transmigrasi teladan. Kemudian pertikaian ataupun
konflik, pada umumnya hanya terjadi karena ada kesalahpahaman diantara kedua
belah pihak dan tidak sampai menimbulkan perpecahan diantara kedua kelompok
masyarakat tersebut. Dan terakhir proses
akomodasi atau usaha-usaha untuk mengatasi pertikaian maupun konflik, apabila
terjadi pertikaian, dalam menyelesaikan pertikaian tersebut mereka akan
menempuh jalan musyawarah ataupun dengan mediasiyakni melibatkan pihak-pihak
yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ada seperti tokoh masyarakat maupun
Kepala Desa.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa proses interaksi sosial maupun hubungan
sosial yang terjadi antara masyarakat transmigrasi dengan masyarakat lokal pada
umumnya dan pada kenyataan di lapangan berjalan dengan baik, meskipun tidak
dapat dipungkiri bahwa setiap ada kehidupan bermasyarakat pasti ada pertikaian
ataupun konflik. Namun, untuk menyikapi pertikaian tersebut, mereka akan saling
bermusyawarah dan akan melibatkan pihak-pihak terkait seperti tokoh masyarakat
maupun instansi-instansi yang berhubungan dengan masalah tersebut. Kata Kunci:
Interaksi, Masyarakat, Kerja Sama, Persaingan, Pertikaian, Akomodasi.
Penulis: RIAN FIRDAUS
Kode Jurnal: jpsosiologidd150263