Uji Aktivitas Vermisidal Ekstrak Etanol Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze) Secara In Vitro
Abstract: Askariasis adalah infeksi
yang disebabkan oleh cacing Ascaris suum Goeze. Penanggulangan askariasis pada
babi dilakukan dengan memberikan antelmintik. Albendazole merupakan antelmintik
spektrum luas, tetapi mudah menimbulkan resisten dan harga yang relatif mahal.
Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan potensi tanaman obat tradisional
sebagai antelmintik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak
etanol biji lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) memiliki aktivitas
sebagai vermisidal terhadap cacing Ascaris suum Goeze secara in vitro serta
menentukan LC100 dan LT100.
Penelitian ini meliputi beberapa tahap, yaitu ekstraksi, uji aktivitas
vermisidal, dan analisis data. Uji aktivitas vermisidal dilakukan pada 7
kelompok perlakuan yaitu, kelompok kontrol negatif (suspensi CMC-Na 0,5% b/v);
kelompok kontrol positif (suspensi albendazole 0,025% b/v); serta kelompok yang
diberikan suspensi ekstrak etanol biji lamtoro 0,25% b/v; 0,5% b/v; 1% b/v; 2%
b/v; dan 4% b/v secara berturut-turut. Semua perlakuan diinkubasi pada suhu
37°C, diamati setiap 2 jam selama 40 jam. Data persentase mortalitas cacing
dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis diikuti uji Mann-Whitney. Untuk
mengetahui nilai LC100 dan LT100 ekstrak etanol biji lamtoro dilakukan analisis
probit.
Ekstrak etanol biji lamtoro konsentrasi 1%b/v; 2%b/v; dan 4%b/v dapat
menyebabkan kematian terhadap cacing Ascaris suum Goeze secara bermakna
dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,05). Berdasarkan analisis probit
ekstrak etanol biji lamtoro memiliki nilai LC100 sebesar 4,24% b/v dan nilai
LT100 sebesar 34,7 jam.
Penulis: N. K. M. Ariani,,
K.W. Astuti,, A.A. G. R. Yadnya-Putra,
Kode Jurnal: jpfarmasidd150205