PERBEDAAN FAKTOR PERILAKU PADA KELUARGA BALITA PNEUMONIA DAN TIDAK PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MUNJUL KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015
Abstrak: Angka kejadian
pneumonia yang tinggi maka diperlukan upaya-upaya kesehatanmasyarakat dalam
mencegah terjadinya pneumonia. Secara umum terdapat tiga faktorrisiko terjadinya
pneumonia, yaitu faktor lingkungan, individu anak dan perilaku
keluarga.Kejadian pneumonia pada balita di UPTD Puskesmas Munjul pada tahun
2014 masihmenempati 10 besar dengan jumlah kasus sebanyak 298 kasus (8,37%).
Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor perilaku pada
keluarga balita pneumoniadan tidak pneumonia di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Munjul Kabupaten Majalengka.Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional
dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 298
seluruh ibu balita pneumonia dan tidak pneumoniadengan jumlah sampelnya 272
sebanyak 136 keluarga balita pneumonia dan 136 keluargabalita tidak pneumonia
(1:1). Uji hipotesis yang digunakan yaitu Uji T-Independen. Hasilpenelitian
menunjukkan bahwa rata-rata perilaku pada keluarga balita pneumonia
sebesar64,75% dan rata-rata perilaku pada keluarga balita tidak pneumonia
sebesar 79,05%. Adaperbedaan faktor perilaku pada keluarga balita pneumonia dan
tidak pneumonia terhadapkejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Munjul KabupatenMajalengka Tahun 2015 (ρ value = 0,0001). Peningkatan
program kegiatan penyuluhanpada masyarakat dan keluarga mengenai perilaku yang
tepat dalam pencegahan terjadinyapeningkatan kejadian pneumonia melalui
kegiatan Posyandu dan penyuluh-penyuluhkesehatan dapat meningkatkan informasi
pada masyarakat, sehingga target pencapaianpuskesmas dalam penurunan angka
kesakitan pneumonia dapat menurun bahkan tidakada kejadian yang bersifat luar
biasa.
Penulis: Sri Sumartini
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150145