PENGARUH PERBEDAAN JENIS TERAPI ANTIPSIKOTIK TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN SKIZOFRENIA FASE AKUT DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PERIODE JANUARI – DESEMBER 2014
Abstract: Skizofrenia adalah
salah satu gangguan jiwa berat yang mempengaruhi seseorang dalam berpikir,
merasa, dan bertindak. Prevalensi skizofrenia di Kalimantan Barat pada tahun
2013 adalah 0,7 per 1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
ada atau tidaknya perbedaan lama rawat inap pasien antar jenis terapi
antipsikotik yang diberikan kepada pasien skizofrenia fase akut di Rumah Sakit
Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong periode Januari – Desember 2014. Desain
penelitian berupa analisis cross-sectional dengan metode pengumpulan data
secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan terhadap 98 rekam medik pasien
yang menerima terapi antipsikotik. Data dianalisis dengan analisis univariat
dan bivariat. Analisis univariat memberikan gambaran karakteristik pasien,
sedangkan analisis bivariat bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan
lama rawat inap pasien antar jenis terapi antipsikotik yang diberikan. Hasil penelitian
didapatkan bahwa jenis antipsikotik dan adjuvant yang paling banyak digunakan
pasien adalah risperidon dan triheksifenidil dengan frekuensi pemakaian
masing-masing sebanyak 446 kali (25,32%) dan 340 kali (65,89%). Hasil analisis
menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa lama rawat inap pasien skizofrenia
fase akut yang mendapatkan terapi antipsikotik tunggal tipikal, tunggal
atipikal, dan kombinasi tidak mengalami perbedaan yang signifikan (p>0,05).
Hasil tersebut menunjukkan bahwa lama rawat inap antar jenis terapi
antipsikotik tidak berbeda sehingga dapat disimpulkan jenis terapi antipsikotik
yang diberikan tidak mempengaruhi perbedaan lama rawat inap pasien.
Penulis: Rizka Annur Putri
Kode Jurnal: jpfarmasidd150172