Pengaruh Genistein terhadap Penurunan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor-A pada Kultur Sel Endometriosis

ABSTRAK: Terapi genistein dikembangkan karena bersifat anti-estrogenik, berfungsi sebagai antioksidan, inhibitor proliferasi, dan anti-kanker. Tujuan  penelitian  ini  adalah  menganalisa  pengaruh  genistein  berbagai  dosis  dan  waktu  inkubasi  terhadap  penurunan    kadar Vascular Endothelial Growth Factor-A (VEGF-A) pada kultur sel endometriosis. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang dilakukan  dilaboratorium  Fisiologi  Fakultas  Kedokteran  Universitas  Brawijaya  Malang  dengan  menggunakan  kultur  sel endometriosis.  Sampel  berasal  dari  dinding  kista  endometriosis  dari  tindakan  laparoskopi.  Kultur  dibagi  7  kelompok,  yaitu kelompok tanpa perlakuan dan 6 kelompok yang masing-masing ditambahkan genistein dosis 5 μm/L, 10 μm/L, 20 μm/L, 30 μm/L, 40 μm/L,  dan  50  μm/L.  Setelah  di  inkubasi  6,  24,  dan  48  jam,  supernatannya  dilakukanpemeriksaan  kadar  VEGF-A  dengan  teknik ELISA.  Data  hasil  pengamatan  dianalisis  dengan  uji  ANOVA,  uji  Tukey,  dan  uji  korelasi.  Perbandingan  kadar  VEGF-A  antara kelompok kontrol tidak berbeda signifikan dengan kelompok genistein 5 µM/L dan 10 µM/L pada jam ke-6, tetapi dalam kelompok dosis yang sama berbeda signifikan pada jam ke-24 dan 48. Rerata kadar VEGF-A terendah terdapat pada kelompok genistein 50 µM/L inkubasi 48 jam (97.44 ± 3.42 pg/ml), tetapi tidak berbeda signifikan dengan 40 µM/L Peningkatan dosis Genistein pada jam ke-6, 24, dan 48 akan menurunkan kadar VEGF-A pada kultur sel endometriosis (p<0,05). Simpulan, genistein berbagai dosis dan waktu inkubasi dapat menurunkan kadar VEGF-A. Semakin tinggi dosis genistein dan semakin lama inkubasi kadar VEGF-A pada kultur sel endometriosis cenderung menurun. (MOG 2014;22:94-100)
Kata kunci: Kultur sel endometriosis, genistein, VEGF-A
Penulis: Jehanara, Sutrisno, Santoso S
Kode Jurnal: jpkedokterandd140524

Artikel Terkait :