PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PEMBERDAYAAN PENDIDIK SEBAYA DI KAWASAN LOKALISASI DOLLY KOTA SURABAYA
Abstrak: Permasalahan remaja terkait kasus
penyimpangan seksual dan penyalahgunaan NAPZA di Indonesia saat ini terus
mengalami peningkatan. Sebanyak 75% dari 3,2 juta pengguna NAPZA di Indonesia
adalah remaja. Dari 84 orang responden remaja yang pernah mengalami kehamilan
tidak diinginkan, 60% di antaranya melakukan aborsi. Demikian halnya dengan
kondisi remaja di kawasan Lokalisasi Dolly, Surabaya. Keberadaan lokalisasi
Dolly berkontribusi 71% terhadap perilaku seks pranikah remaja di sekitarnya.
Masalah kesehatan reproduksi remaja disebabkan oleh keluhan akan pelayanan dan
informasi kesehatan reproduksi yang belum terpenuhi sampai sekarang. Akibatnya
remaja akan mencari sendiri sumber informasi tersebut, baik melalui teman
sebayanya maupun media yang tidak terjamin kebenarannya. Remaja membutuhkan
program pemberdayaan sebagai langkah untuk memperoleh informasi yang benar
terkait kesehatan reproduksi, sehingga memiliki sikap dan perilaku reproduksi
yang bertanggung jawab. Program ini dikembangkan melalui pemberdayaan pendidik
sebaya kesehatan reproduksi remaja, yang mengacu pada kerangka kerja teori
PRECEDE-PROCEED sebagai framework pengembangan pendidikan kesehatan. Program
ini berhasil meningkatkan pengetahuan pendidik sebaya remaja di kawasan lokalisasi
Dolly. Berdasarkan analisis statistik wilcoxon signed rank test, signifi kansi
peningkatan pengetahuan subjek pemberdayaan adalah 0,002 (p < 0,05) dengan tingkat
kepercayaan α = 0,05. Selain itu,
kegiatan ini menghasilkan luaran berupa Youth Center KOMPAS (Komunitas
Penggerak Antimadat dan Seks Bebas). Poin kunci keberhasilan program ini adalah
keterlibatan subjek pemberdayaan dalam setiap pengambilan keputusan yang
bertujuan untuk membangkitkan motivasi internal sehingga subjek menjadikan program
pemberdayaan sebagai kebutuhan.
Penulis: Dedik Sulistiawan,
Lukman Hakim, Rachmat Hargono
Kode Jurnal: jpkesmasdd140320