KELEMBAGAAN DAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS CABAI KABUPATEN GARUT
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi rantai
pasok, menganalisis kelembagaan, merumuskan strategi peningkatan
daya saing, merancang model peningkatan daya saing, dan menentukan strategi
utama dalam peningkatan
daya saing komoditas
cabai di Kabupaten Garut. Data yang digunakan terdiri
dari data primer (observasi, wawancara, dan kuesioner) dan data
sekunder (studi literatur).
Metode pengolahan dan
analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif, analisis SWOT, The House Model dan
Pairwise Comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat enam
struktur rantai pasok dalam pendistribusian komoditas cabai; 2) Sektor utama
kelembagaan yang berperan dalam peningkatan daya saing komoditas cabai adalah
public sector, voluntary sector, dan private sector; 3) Analisis SWOT menghasilkan
15 alternatif strategi; 4) The House Model sebagai model peningkatan daya saing
memiliki tiga pilar utama yang berkaitan dengan produk; sumber daya manusia;
kelembagaan dan pemasaran; 5)
Strategi utama dalam
peningkatan daya saing
komoditas cabai adalah peningkatan jumlah
produksi; perluasan pangsa
pasar; dan penguatan
dan pengembangan kemitraan.
Implikasi manajerial hasil penelitian merekomendasikan: 1) perluasan lahan dan pengaturan
pola tanam untuk menjamin kontinuitas jumlah produksi; 2) mengoptimalkan peran subterminal agribisnis
sebagai lembaga pemasaran;
3) memaksimalkan peran
pemerintah dalam memfasilitasi kelompok tani dengan asosiasi atau
perusahaan.
Penulis: Silmi Tsurayya dan
Lindawati Kartika
Kode Jurnal: jpmanajemendd150499