HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI
ABSTRACT: Jumlah penderita
kanker payudara yang meningkat setiap tahunnya di Indonesia yaitu 21,69 % pada
tahun 2011 dan hal ini dapat mengakibatkan kematian. Pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini kanker payudara yang dapat
dilakukan oleh wanita mulai masa remaja yang sudah menstruasi sebagai
pemeriksaan awal untuk mengetahui tanda dan gejala adanya kanker payudara.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan
Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada remaja putri.
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
korelatif dengan pendekatan cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini
adalah semua remaja putri usia 14 – 16 tahun yang berada di Pondok Pesantren
Rohmatillah Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang berjumlah 141
orang. Sampel pada penelitian ini
sebanyak 35 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat
dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang
yaitu sebanyak 19 orang (54.3%), sebagian besar remaja tidak melakukan
pemeriksaan payudara sendiri yaitu sebanyak 28 orang (80%), terdapat
hubungan tingkat pengetahuan
tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri
(SADARI) dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada remaja putri dengan
nilai chi square 19.792
Simpulan dari hasil penelitian ini diperlukan adanya peningkatan
pengetahuan tentang SADARI dan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja
dari tenaga kesehatan sebagai upaya deteksi dini adanya tanda dan gejala kanker
payudara.
Penulis: Indah Risnawati
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150237