HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS MELONG ASIH KOTA CIMAHI

Abstrak: Usia balita merupakan usia yang sangat rentan terhadap semua penyakit, salah satunyapenyebab kesakitan dan kematian balita dikarenakan oleh penyakit ISPA (Infeksi SaluranPernapasan Akut). Status gizi merupakan faktor resiko yang berpengaruh dalam kejadianISPA pada balita. Status gizi yang buruk akan lebih mudah terserang ISPA, balita yangmenderita ISPA dapat menyebabkan gangguan status gizi akibat gangguan metabolismetubuh. Tingkat keparahan ISPA sangat mempengaruhi terjadinya gangguan status gizipada balita, penyakit ISPA pada balita yang menimbulkan bermacam-macam tanda dangejala seperti batuk, kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, pilek, sakit telinga, dan demam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Status gizi dengan kejadian ISPA diPuskesmas Melong Asih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitikdengan desain Cross Sectional. jumlah sampel 94 responden. Teknik pengambilan sampelyang digunakan yaitu purposive sampling. Data status gizi diperoleh dari menimbang beratbadan sedangkan data ISPA diperoleh dari rekam medik dan lembar observasi. Sebagianbesar balita ISPA memiliki status gizi baik sebanyak 80,9% Sebagian besar balita ISPA yangmemiliki ISPA ringan sebanyak 66,0% hal ini bisa dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yangsedang menurun, sehingga akan lebih mudah terserang infeksi. Terdapat hubungan yangsignifikan antara hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di PuskesmasMelong Asih Kota Cimahi dengan nilai p-value = 0,000. Dari penelitian ini diharapkan agarstatus gizi yang baik tidak akan terkena infeksi ISPA.
Penulis: Budi Somantri
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150131

Artikel Terkait :