HUBUNGAN KUANTITAS TIDUR TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD MEKARSARI SURABAYA
ABSTRAK: Tidur merupakan
kondisi tidak sadar
dimana individu dapat
dibangunkan oleh stimulu
atau sensoris dan terjadi
penurunan respons terhadap
rangsangan dari luar.
Otot-otot besar dan sebagian
atau seluruh anggota
tubuh digunakan oleh
anak untuk melakukan
gerakan tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara kuantitas
tidur terhadap perkembangan motorik
kasar pada anak
usia prasekolah (3-6
tahun) di PAUD
Mekarsari Surabaya.
Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan metode
simple random sampling sebanyak 44
responden. Variabel independen
kuantitas tidur pada
anak usia prasekolah (3-6
tahun). Variabel dependen
perkembangan motorik kasar
pada anak usia prasekolah. Pengambilan
data dilakukan dengan
menggunakan lembar observasi.
Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data analisis dengan
uji Spearman rho (p < 0,05). Melalui uji Spearman rho didapatkan ρ = 0.013.
dari hasil dapat disimpulkan ada hubungan antara kuantitas tidur terhadap
perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah (3-6 tahun)
di PAUD Mekarsari
Surabaya. Anak dengan
kuantitas tidur terpenuhi
untuk perkembangan motorik kasarnya
normal. Untuk anak
dengan kuantitas tidur
tidak terpenuhi perkembangan
motorik kasarnya terhambat.
Implikasi hasil penelitian
bahwa adanya hubungan
kuantitas tidur terhadap
perkembangan motorik kasar pada
usia prasekolah (3-6
tahun). Sehingga, kuantitas
tidur yang terpenuhi perlu dipertahankan untuk
perkembangan motorik kasar pada anak.
Penulis: Reny Dwi
Purwaningtyas: Dwi Ernawati, S.Kep.,Ns., M.Kep
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150209