HUBUNGAN ANTARA METODE PERSALINAN NORMAL DENGAN GANGGUAN BUANG AIR BESAR PADA MASA NIFAS DI BPM RATIJAH TELUK WETAN KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA
ABSTRACT: Masa Nifas atau
puerperium adalah periode waktu dimana organ – organ reproduksi kembali pada keadaan sebelum hamil dan
memerlukan waktu 6 minggu dari mulai
bayi keluar. Metode persalinan normal merupakan
fisiologis keluarnya janin dari
jalan lahir (vagina) dan
setelah itu ibu
memasuki tahapan - tahapan masa nifas
(puerperium) dimulai setelah
kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti
keadaan sebelum hamil berlangsung
selama kira-kira 6 minggu. Gangguan pada hari ke 2 – 3 diantaranya adalah gangguan buang air besar (BAB)
dalam masa nifas pada umumnya adalah
malnutrisi (muteh), di samping penyebab medis, faktor usia, pendidikan tingkat
pengetahuan sosial ekonomi, sosial budaya dan sikap ibu sehingga
mengakibatkan proses involusi jadi terhambat.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross
sectional yaitu variabel sebab (Independent Variabel) dan variabel akibat
(Dependent Variabel) yang terjadi pada obyek penelitian di ukur atau
dikumpulkan secara simultan atau dalam waktu bersamaan. ). Populasi dalam
penelitian ini adalah ibu nifas yang berjumlah 30 ibu nifas.
Berdasarkan hasil uji chi square r
hitung (17,260) > chi square r tabel (5,991) dengan df: 2 dengan taraf
signifikan 5% dan p value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara
metode persalinan normal dengan gangguan buang air besar pada masa nifas.
Hubungan antara metode persalinan normal dengan gangguan BAB kuat, karena
contingency coefficient r Hitung > r Tabel ( 0,604 > 0,5) .
Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi atau konseling
tentang masalah gangguan buang air besar pada masa nifas dan cara - cara untuk
mengatasi masalah tersebut.
Penulis: Diah Andriani
Kusumastuti, Islami
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150239