HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI SMP NEGERI 10 MANADO
ABSTRAK: Anemia defisiensi
besi merupakan masalah gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menyerang
semua kelompok umur terutama golongan rentan. Anemia defisiensi besi terjadi
dalam seluruh tingkat kehidupan, tapi lebih sering terjadi pada wanita hamil
dan anak – anak. Remaja, terutama remaja putri, rentan terhadap defisiensi
besi. Efek dari anemia defisiensi besi termasuk perlambatan pertumbuhan dan
perkembangan, kelelahan, peningkatan kerentanan terhadap infeksi dan penurunan
fungsi sistem imun, penurunan performa fisik dan ketahanan, dan peningkatan
kerentanan terhadap keracunan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara
asupan zat besi dan protein dengan kejadian anemia pada siswi SMP Negeri 10
Manado. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Berdasarkan hasil
pengukuran kadar hemoglobin didapatkan sebanyak 10,2% responden mengalami
anemia. 75% responden tidak memenuhi nilai kecukupan asupan zat besi sedangkan
90,9% responden telah memenuhi nilai kecukupan untuk asupan protein. Hasil
penelitian menunjukkan ada hubungan antara asupan zat besi (p=0,047) dan
protein (p=0,000) dengan kejadian anemia.
Penulis: Sharon G.A.
Soedijanto
Kode Jurnal: jpfarmasidd150165