HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SMP NEGERI 13 KOTA MANADO
ABSTRAK: Kondisi gizi dunia
saat ini menunjukkan dua kondisi yang ekstrim, mulai dari kelaparan sampai pada
pola makan yang rendah serat dan tinggi kalori sehingga mengakibatkan
kekurangan gizi ataupun kelebihan gizi pada seseorang. Laporan Riskesdas 2010,
secara nasional prevalensi kependekan (TB/U) pada remaja umur 16-18 tahun yaitu
sangat pendek 7,2% dan pendek 24,0%. Sedangkan prevalensi kekurusan (IMT/U)
yaitu sangat kurus 1,8% dan kurus 7,1%. Dan kegemukan sebesar 1,4%.Penelitian
ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian di lakukan di SMP N 13 Manado, pada bulan September-November 2015.
Sampel yang diambil berjumlah 140 pelajar dengan menggunakan teknik sampel
simple random sampling. Menggunakan uji statistik korelasi Spearman. status
gizi menurut IMT/U pada pelajar SMP N 13 Manado yang paling banyak kategori
normal 51% dan yang paling sedikit sangat kurus 4%. Status gizi TB/U yang
paling banyak status gizi normal yaitu 74,3%. Asupan energi kurang 67,9%,
asupan karbohidrat kurang 71,4%, asupan protein kurang 77,1%, dan asupan lemak
kurang 67,1%. Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi
IMT/U, terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi TB/U, tidak
terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi IMT/U, tidak
terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi TB/U, tidak terdapat
hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U, terdapat hubungan antara asupan protein dengan
status gizi TB/U, terdapat hubungan antara asupan lemak dengan status gizi
IMT/U, Tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan status gizi TB/U.
Penulis: waruis atika
Kode Jurnal: jpfarmasidd150161