FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PENGRAJIN BATIK DI SANGGAR BATIK MELATI PUTIH JAMBI
ABSTRAK: Proses pembuatan
batik tidak luput dari resiko terjadinya kelelahan mata karena proses kerjanya menyebabkan
otot-otot mata akan bekerja secara terus menerus dan lebih dipaksakan.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional.
Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur dan masa kerja pengrajin batik.
Luxmeter digunakan untuk mengetahui intensitas penerangan. Untuk mengukur
kelelahan mata digunakan metode Photostress Recovery Time.
Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan
kelelahan mata (P value = 1,00). Tidak ada hubungan yang signifikan antara
intensitas penerangan dengan kelelahan mata (P value = 0,122).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan
kelelahan mata (P value = 0,007) dengan RP = 3,231 sehingga dapat dikatakan
bahwa pengrajin yang telah bekerja selama lima tahun atau lebih mempunyai peluang
3,231 kali berisiko mengalami kelelahan mata dibandingkan pekerja yang baru
bekerja selama kurang dari lima tahun, dengan rentang derajat kepercayaan 95%
0,991-10,533.
Penulis: Sofiati, Rico Januar
Sitorus, Imelda Gernauli Purba
Kode Jurnal: jpkesmasdd110174