DEFESIENSI VITAMIN D TERHADAP PENYAKIT

Abstract: Defisiensi dan ketidak-cukupan vitamin D di dunia diperkirakan menimpa satu (1) juta penduduk. Defisiensi vitamin D tidak hanya dijumpai di negara dengan empat (4) musim, tetapi juga dijumpai di negara dengan pajanan sinar matahari sepanjang tahun seperti di negara Indonesia. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bentuk ancaman defisiensi vitamin D dengan menelaah kajian dan telitian mutakhir, walaupun Indonesia merupakan negara yang terletak di katulistiwa. Penjelasan tersebut juga dapat menimbulkan pengetahuan kewaspadaan bagi penduduk wilayah tersebut mengenai dampaknya, selain dapat mengetahui dan membahas peran vitamin D bagi kesehatannya. Kadar 25 hidroksi vitamin D/25 (OH) D di dalam darah yang dianjurkan berkisar antara 30−100 ng/mL untuk menghindari gangguan kesehatan. Sumber utama vitamin D adalah pembuatan di kulit yang terpajan sinar ultraviolet B. Sumber vitamin D lainnya adalah dari makanan. Faktor penyebab defisiensi vitamin D bermacam-macam, antara lain penurunan: pembuatan vitamin D, asupan vitamin D dan cadangan vitamin D, pemberian ASI khusus, malabsorbsi dan hal yang terkait pembuatan atau peningkatan kemunduran 25 (OH) D. Kelima faktor tersebut yang terkait penurunan pembentukan vitamin D, adalah merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap kejadian defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin D diperkirakan berhubungan dengan berbagai penyakit, antara lain: osteoporosis, fraktur, keganasan, serta penyakit: kardiovaskular, diabetes melitus, autoimun dan infeksi. Keberadaan penyakit/kelainan tersebut diperlukan siasat yang tepat untuk mengatasi defisiensi vitamin D.
Keyword: 25 (OH) D deficiency, UV-B exposure, cardiovascular disease, diabetes mellitus
Penulis: Pusparini
Kode Jurnal: jpkedokterandd140515

Artikel Terkait :