VIABILITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER PASCA PENDINGINAN DAN PEMBEKUAN MENGGUNAKAN PENGENCER DASAR TRIS DENGAN LEVEL TREHALOSA YANG BERBEDA
ABSTRAK: Penyimpanan semen
bisa dilakukan dengan pendinginan atau pembekuan. Setelah pendinginan atau
pembekuan viabilitas spermatozoa akan menurun. Untuk dapat mempertahankan
viabilitas spermatozoa selama pendinginan atau pembekuan diperlukan
krioprotektan dengan level tepat. Trehalosa merupakan krioprotektan
ekstraseluler yang mampu menstabilkan membrane dan sebagai anti oksidan bagi
spermatozoa selama pendinginan dan pembekuan sehingga diharapkan dapat
mempertahankan viabilitas spermatozoa. Masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimanakah peranan trehalosa pada level yang berbeda dalam pengencer dasar
tris mampu menekan penurunan viabilitas spermatozoa kambing Boer selama
pendinginan dan pembekuan? Tujuan dari
penelitian ini adalah mengkaji pengaruh berbagai level trehalosa dalam
pengencer dasar tris terhadap viabilitas spermatozoa kambing Boer setelah pendinginan dan pembekuan. Metode penelitian
yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Penelitian terdiri atas 2 tahap.
Tahap I. Pengaruh level trehalosa dalam pengencer tris terhadap viabilitas
spermatozoa kambing Boer setelah pendinginan. Tahap 2. Pengaruh level trehalosa
dalam pengencer tris terhadap viabilitas spermatozoa kambing Boer setelah
pembekuan. Level trehalosa yang dicobakan pada masing-masing tahap adalah:
1,5%; 2,5% dan 3,5%, dan ulangan: 10 kali. Variabel yang diamati adalah
viabilitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level trehalosa
berpengaruh terhadap viabilitas spermatozoa, baik setelah pendinginan maupun
pembekuan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pendinginan dan
pembekuan semen kambing Boer, masing-masing penambahan level 1,5% dan 2,5%
dalam pengencer dasar tris menghasilkan viabilitas spermatozoa yang optimal.
Dari hasil penelitian disarankan bahwa dalam pendinginan dan pembekuan semen
kambing Boer sebaiknya ditambahkan trehalosa masing-masing 1,5% dan 2,5% dalam
pengencer dasar tris agar mendapatkan viabilitas spermatozoa yang optimal.
Penulis: Nurul Isnaini
Kode Jurnal: jppeternakandd110175