Tegangan Residu Keping Arester sebagai Fungsi dari Cacah Keping Arester
Abstract: Petir merupakan
fenomena alam yang biasanya muncul pada musim hujan yaitu diawali dengan kilat
cahaya yang sesaat kemudian diikuti suara menggelegar. Wilayah Indonesia berada
di daerah khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis dan kelembaban yang cukup
tinggi. Hal ini yang menjadi faktor utama pembentukan petir. Penelitian
mengenai kapasitas pemotongan tegangan residu arester tegangan rendah 220 volt
ini dilakukan dengan metode pengujian skala laboratorium. Pengujian dilakukan
dengan menggunakan peralatan pengujian tegangan tinggi yang terdiri dari
beberapa rangkaian yang memiliki fungsi khusus. Secara keseluruhan sistem
pengujian pada penelitian ini dengan menggunakan rangkaian pembangkit impuls
tegangan, empat buah arester yang diseri, pembagi tegangan dan osiloskop.
Kemudian arester diuji dari mulai arester tunggal, seri dua, seri tiga maupun
seri empat. Rangkaian yang digunakan dalam pengujian adalah rangkaian impuls
arus yang ada di Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi UGM. Hasil yang diperoleh
dari pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak arester yang diserikan semakin
besar tegangan residunya. Sehingga nantinya diharapkan dengan arester tegangan
rendah yang apabila diseri dapat menggantikan fungsi dari arester tegangan
tinggi apabila diperlukan. Rumus eksponensial untuk jumlah arester yang
dibutuhkan untuk diseri diperoleh yaitu y = 0.694x-0.106.
Penulis: Devia Eka Yunida
Kode Jurnal: jptlisetrodd140138