Tampilan Berahi dan Tingkat Kesuburan Sapi Bali Timor yang Diinseminasi
Abstrak: Tujuan penelitian
yaitu untuk mengetahui tampilan berahi dan tingkat kesuburan sapi betina yang
diinseminasi ketika memperlihatkan berahi alamiah, berahi hasil sinkronisasi
menggunakan preparat prostaglandin F2α, dan berahi alamiah sesudah berahi hasil
sinkronisasi. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen lapangan dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan
yang diuji-cobakan, yakni P1= kelompok ternak yang berahi alam; P2 = kelompok
ternak yang berahinya disinkronisasi menggunakan preparat prostaglandin F2α dan
P3 = kelompok ternak yang berahi alamiah setelah berahi hasil sinrkonisasi
menggunakan prostaglandin F2α. Sapi yang
digunakan pada pengamatan tampilan gejala dan intensitas berahi sebanyak 21
ekor untuk ketiga perlakuan dengan tujuh ulangan, sedangkan untuk menguji kesuburan (CR) hanya
menggunakan sapi-sapi betina yang berahinya jelas, yakni sebanyak 16 ekor dari
21 yang lolos seleksi awal. Hasil penelitian menunjukan bahwa a). 21 ekor sapi
betina yang digunakan dalam penelitian ini mampu memperlihatkan berahinya dan
umumnya lebih dari 70 % menunjukan berahi dengan intensitas jelas (skor 3) dan
b). Rataan tingkat kesuburan (CR) dari sapi betina sebanyak 16 ekor yang
diinseminasi ketika memperlihatkan berahinya dari ketiga kelompok perlakuan
adalah 68,75 %. dimana P1 dan P2 adalah sama (masing-masing 60 %) sedangkan P3
= 83,33 %. Hasil analisis statistik menunjukan ada perbedaan yang nyata antara
perlakuan P1 dan P2 dengan perlakuan P3.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sapi Bali dapat
memperlihatkan berahinya secara jelas dan ini menunjukan bahwa sapi Bali-Timor
memang masih termasuk sapi yang subur, namun disarankan agar pengamatan berahi
secara cermat harus tetap dilakukan ketika akan melakukan IB.
Penulis: Petrus Kune,
Nurcholidah Solihati
Kode Jurnal: jppeternakandd070041