Perbandingan Suplemen Katalitik dengan Bungkil Kedelai terhadap Penampilan Domba
Abstrak: Di Kawasan Timur
Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia
(KBI). Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun
rendah. Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di
kawasan itu. Penelitian ini menggunakan domba 40 ekor. Rancangan penelitian
yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok, dengan 5 perlakuan pakan terdiri
dari hijauan kualitas rendah dan suplemen katalitik (gelatin sagu, amonium
sulfat, 0.2 ppm Kobalt dan 35 ppm Zink) dan kontrol positif menggunakan bungkil
kedelei. Perlakuan tersebut adalah RS0 (hijauan kualitas rendah + bungkil
kedelai), RS1 (hijauan kualitas rendah),
RS2 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 10%), RS3 (hijauan kualitas
rendah + suplemen katalitik 20%), RS4 (hijauan kualitas rendah + suplemen
katalitik 30%). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi
(bahan kering, bahan organik, protein, NDF dan ADF), efisiensi penggunaan pakan
dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot badan harian terbaik sebesar 75,89
g/ekor/hari, konsumsi pakan 549,00 g/ekor/hari dan efisiensi penggunaan pakan
0,14. Perlakuan ini juga menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 838,- ekor/hari.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suplemen katalitik 20%
menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi penggunaan ransum
lebih baik dibandingkan bungkil kedelei.
Penulis: Harry Triely Uhi
Kode Jurnal: jppeternakandd060018