PENGARUH DEFISIT EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS AIR TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill)

ABSTRAK: Kedelai merupakan sumber protein nabati yang efisien. Produksi kedelai nasional selama 2010-2012 terusmenurun. Rendahnya produktivitas kedelai tersebut salah satunya disebabkan oleh cekaman kekeringan. Olehsebab itu, maka perlu digunakan teknik budidaya yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, yaitudengan irigasi defisit. Irigasi defisit dapat dievaluasi dengan menghitung besarnya produktivitas air tanaman.Tujuan penelitian adalah menghitung dan membandingkan besarnya produktivitas air tanaman serta pertumbuhantiga varietas tanaman kedelai pada masing-masing perlakuan defisit evapotranspirasi. Penelitian dilaksanakanbulan September 2014 – Desember 2014 di Rumah Plastik Laboratorium Lapang Terpadu dan LaboratoriumRekayasa Sumber Daya Air dan Lahan Jurusan Teknik Pertanian Universitas Lampung. Percobaan dilakukandengan metode faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu varietas kedelai yangterdiri dari tiga varietas: Kaba, Tanggamus, dan Wilis dan defisit ETC yang terdiri dari 3 level: 1 x ETC, 0,8 x ETC,dan 0,6 x ETC. Data pengamatan dianalisis dengan Analisis Ragam (Uji F), kemudian dilanjutkan dengan uji BNTpada taraf nyata 5 % dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan Total Luas Daun, varietasKaba dan Wilis tanaman kedelai sudah mulai tercekam pada minggu ke-2 pada perlakuan ET2 (0,8 x ETC), varietasTanggamus mulai tercekam pada minggu ke-3 pada perlakuan ET3 (0,6 x ETC). Pada akhirnya berdasarkanproduksi tanaman kedelai varietas Kaba dan Tanggamus tetap tercekam pada perlakuan ET2 (0,8 x ETC) kecuali Pengaruh  defisit  evapotranspirasi....  (I  Ketut  Adi  P,  RA  Bustomi  R    dan    Zen  Kadir)varietas Wilis pada ET3 (0,6 x ETC), (2) pada produktivitas air tanaman tidak berbeda nyata antar perlakuankecuali pada varietas Tanggamus perlakuan defisit ET3 (0,6 x ETC), (3) varietas kaba mempunyai produksi yangpaling tinggi yaitu sebesar 20,22 gram, sedangkan produktivitas air tanaman yang paling tinggi yaitu padavarietas Wilis yaitu sebesar 0,5 kg/m3.
Kata Kunci: Evapotranspirasi, Irigasi defisit, Kedelai
Penulis: I Ketut Adi Putra Wijaya, R. A. Bustomi Rosadi, M. Zen Kadir
Kode Jurnal: jppertaniandd150135

Artikel Terkait :