PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SEBAGAI RANSUM DALAM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI PERANAKAN REX JANTAN LEPAS SAPIH

ABSTRAK: Penelitian  bertujuan  untuk  melihat  pengaruh  dari  pemanfaatan  kulit  daging buah  kopi  fermentasi mikroorganisme lokal (MOL)  sebagai  ransum  dalam  bentuk  pelet  terhadap  performans  kelinci  peranakan rex jantan lepas sapih. Penelitian  ini dilaksanakan di  Laboratorium  Biologi  Ternak Jl. Dr. Ahmad  Sofyan  Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada selama 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci  peranakan rex jantan  lepas  sapih  dengan  bobot  awal  rata-rata  913,05  ±  60,49  g.  Perlakuan  terdiri  atas P0= 30% kulit  daging  buah  kopi tanpa fermentasi,  P1= 10% kulit  daging  buah  kopifermentasi,  P2= 20% kulit daging  buah  kopi fermentasi,  P3= 30% kulit daging buah  kopi fermentasi. Hasil penelitian  menunjukan rataan konsumsi  dengan  beberapa  perlakuan  (P0,  P1,  P2,  P3) yaitu  81,59,  78,86, 82,70  dan  84,23  (g/ekor/hari), kemudian pertambahan bobot badan (PBB) secara berturut-turut 38,25, 38,10, 39,61 dan 40,75 (g/ekor/hari) dan konversi  ransum  secara  berturut-turut  2,13,  2,07,  2,09  dan  2,07.  Hasil  analisa  keragaman  menunjukan  bahwa pemanfaatan  kulit  daging  buah  kopi  fermentasi  dalam  bentuk  ransum  pelet  memberikan  pengaruh  yang  tidah  berbeda nyata (P≥0,05) terhadap peformans kelinci peranakan rex jantan lepas sapih. Kesimpulan dari penelitian ini  bahwa  kulit  daging  buah  kopi  fermentasi  dapat  dimanfaatkan  sebagai  bahan  pakan  kelinci  peranakanrex jantan lepas sapih sampai level 30%.
Kata kunci: Kulit daging buah kopi, fermentasi, ransum pelet, peformans, kelinci rex jantan
Penulis: Muhammad Zainul Ihsan, Tri Hesti Wahyuni dan Usman Budi
Kode Jurnal: jppeternakandd150096

Artikel Terkait :