Keragaan Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Kerbau Lokal di Propinsi Banten
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sifat kualitatif dan kuantitaif kerbau lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah
survey, penentuan sampel berdasarkan purposive sampling. Lokasi penelitian
adalah Kabupaten Serang, Pandeglang dan Kabupaten Lebak Propinsi Banten.
Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran. Jumlah kerbau yang
diteliti sebanyak 300 ekor terdiri atas 150 ekor kerbau jantan dan 150 ekor
kerbau betina dewasa. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif
dan sidik ragam. Hasil penelitian diperoleh
sifat kualitatif untuk warna
kulit dan kaki adalah abu-abu gelap, bentuk tanduk umumnya melingkar ke bawah, garis kalung ganda, unyeng-unyeng ditemukan pada kepala, pundak
dan pinggul. Ukuran-ukuran tubuh kerbau jantan dan betina berturut-turut: lingkar dada (cm)
171,98±5,00; 161,33±4,83; dalam dada (cm) 65,13±3,97; 59,53±5,76; panjang badan
(cm) 122,10±6,40; 120,00±2,03; tinggi pundak (cm) 130,02±2,80;
118,99±3,20; tinggi pinggul (cm)
103,42±2,27; 105,28±2,87; lebar pinggul (cm) 32,50±1.61; 31,41±1,39; panjang kepala (cm) 41,99±1,42; 41,39±1,55;
lebar kepala (cm) 20,21±1.83; 19,30±1,15; lebar ambing (cm) ; 47,15±5,20; lebar
teracak (cm) 15,89±1,77; 14,84±1,07; dan lingkar skrotum (cm) 15,88±0,67. Tidak
terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) ukuran tinggi pundak, tinggi pinggul, panjang
kepala, lingkar skrotum serta lebar teracak pada kerbau jantan dan betina pada
subpopulasi Serang, Pandeglang dan Lebak, akan tetapi terdapat perbedaan yang
nyata (P<0,05) ukuran lebar pinggul,
panjang badan, lingkar dada, dalam dada, dan lebar kepala. Kerbau yang berada
di lokasi penelitian dari kajian sifat kualitatif dan kuantitatif dapat
digolongkan sebagai kerbau lumpur.
Penulis: Dudi Syadili, Cece
Sumantri, Harimurti Martojo, Asep Anang
Kode Jurnal: jppeternakandd110195