KAJIAN PENGGUNAAN SUKROSA TERHADAP PENCOKLATAN NON-ENZIMATIS DODOL SUSU

Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sukrosa pada pembuatan dodol terhadap kadar air, kadar gula reduksi dan indeks pencoklatan dodol susu. Perlakuan yang dicobakan adalah penggunaan sukrosa dengan prosentase 10%; 12,5% dan 15%.Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan Rancangan Acak Kelompok. Apabila terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata diantara perlakuan akan dianalisis dengan Multiple Range Test. Kadar sukrosa berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dodol susu, semakin tinggi konsentrasi sukrosa maka kadar air semakin tinggi, karena maka semakin banyak air yang terikat oleh sukrosa sehingga semakin sulit untuk melepaskan air yang sudah terikat oleh sukrosa. Pengaruh kadar sukrosa terhadap kadar gula reduksi dodol tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap kadar gula reduksi dodol susu. Difusi/disolusi bukan faktor pembatas, karena dalam sistem model cairan yang mengandung pelarut organik, penambahan air dapat mengakibatkan penurunan dramatis terhadap laju pencoklatan, sehingga laju penurunan kadar gula reduksi dalam dodol susu secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata. Kadar sukrosa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap indeks pencoklatan dodol susu. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Penambahan sukrosa menghasilkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, namun tidak menghasilkan perbedaan terhadap kadar gula reduksi dan indeks pencoklatan non-enzimatis dodol susu. Penambahan sukrosa 10 persen memberikan indeks pencoklatan paling rendah. Pembuatan dodol susu pada spesifikasi ini disarankan menggunakan sukrosa sebanyak 10 persen.
Kata Kunci: Dodol Susu, Sukrosa, Kadar air, Gula reduksi, Indeks pencoklatan
Penulis: Abdul Manab
Kode Jurnal: jppeternakandd070029

Artikel Terkait :