HUBUNGAN INTENSITAS PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN PERANGKAT INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRO DI D.I YOGYAKARTA
Abstrak: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah pengembangan perangkat penilaian guru
SMK , 2) Bagaimanakah intensitas pelatihan di SMK , 3) Bagaimanakah motivasi
kerja guru SMK . Selain itu untuk mengetahui 1) hubungan antara intensitas
pelatihan dan kualitas pengembangan instrumen penilaian, 2) hubungan antara
motivasi kerja dan kualitas pengembangan instrumen. Metode penelitian ini
adalah expost facto. Responden penelitian yaitu guru SMK RSBI Jurusan teknik
Elektro dengan jumlah 38 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Bukti
validitas instrumen dilakukan dengan expert judgement. Analisis data diuji
menggunakan teknik pengujian korelasi nonparametrik kendall tau.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) Intensitas
pelatihan guru SMK RSBI bidang keahlian elektro D.I. Yogyakarta mencapai angka
52,63%, sehingga dapat dikatakan bahwa intensitas pelatihan yang diikuti
tergolong cukup. (2) Motivasi kerja yang dimiliki guru SMK RSBI bidang keahlian
elektro D.I. Yogyakarta mencapai angka sebesar 63,15%, sehingga dapat dikatakan
bahwa motivasi kerja yang dimiliki tergolong cukup. (3) Kualitas pengembangan
instrumen penilaian hasil belajar guru SMK RSBI bidang keahlian elektro D.I.
mencapai angka sebesar 71,05%, sehingga dapat dikatakan bahwa Kualitas
pengembangan instrumen penilaian tergolong cukup, (4) terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan antara intensitas pelatihan dengan pengembangan
instrumen penilaian. Besarnya sumbangan intensitas pelatihan terhadap
pengembangan instrumen penilaian sebesar 88,3%, (5) terdapat pengaruh yang
positif antara motivasi kerja dengan pengembangan instrumen penilaian. Besarnya
sumbangan motivasi kerja terhadap pengembangan instrumen penilaian sebesar
92,5%.
Penulis: BIMAJI HARJUNO
Kode Jurnal: jptlisetrodd130211