ANALISIS PERUBAHAN JUMLAH KANAL DAN VARIASI NOISE TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TIME DIVISION MULTIPLEXING (TDM) DENGAN MEDIA TRANSMISI PLASTIC OPTICAL FIBER (POF)
ABSTRACT: Time Division
Multiplexing (TDM) merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal
informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal
di transmisikan pada periode waktu tertentu. Pada sistem TDM terdapat beberapa
faktor yang dapat mempegaruhi performansi sistem, salah satunya adalah
karakteristik kanal yang digunakan. Pada penelitian ini akan dikaji pengaruh
banyaknya jumlah kanal yang digunakan dan variasi noise terhadap kinerja sistem
TDM dengan media transimisi Plastic Optical Fiber (POF). Parameter kinerja yang
diamati adalah Bit Error Rate (BER) dan Eye Pattern. Metode peniltian yang
digunakan meliputi penentuan jenis dan cara pengambilan data, variabel dan cara
analisis data, serta kerangka solusi masalah. Data yang diperlukan dalam
penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dari hasil eksperimen, sedangkan data sekunder diperoleh dari
referensi. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan Advance Fiber Optic
Communication Lab dari Falcon Electro-Tek. Hasil penelitian ini adalah semakin
banyaknya kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan
semakin besar nilai BER yang terjadi. BER mulai muncul pada 1 kanal dengan SNR
5,937523dB dengan nilai 5,468x10-6. Nilai BER tertinggi adalah 4,33594 x 10-5
yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 4,069095 dB. Semakin banyak kanal
yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan semakin rendah nilai
noise margin. Nilai noise margin terendah yang dapat terbaca adalah 49,09952607%
yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 8,929856 dB, sedangkan nilai noise
margin tertinggi yang dapat terbaca adalah 85,82240161% pada penggunaan 1 kanal
dengan SNR 26,73931dB. Semakin banyak kanal yang digunakan dan semakin rendah
nilai SNR, maka semakin besar nilai timing jitter. Nilai timing jitter terbesar
yang dapat terbaca adalah 9,973396091% yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR
sebesar 10,16804 dB, sedangkan nilai timing jitter terendah yang dapat terbaca
adalah 5,390361199% pada penggunaan 1 kanal dengan SNR 26,73931 dB. Nilai SNR
eye pattern lebih besar jika dibandingkan dengan nilai SNR perhitungan. Hal ini
dikarenakan pada sistem TDM sinyal informasi lebih tahan terhadap noise. SNR
terkecil pada 6 kanal yang terbaca pada eye pattern adalah 7,182690089 dB
sedangkan SNR hasil perhitungan adalah 4,4649 dB.
Penulis: Imam Junaedi., Dr.
Ir. Sholeh Hadi Pramono, MS., Sapriesty Nainy Sari, ST., MT.
Kode Jurnal: jptlisetrodd140516