PENENTUAN JADWAL PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN-MESIN DI STASIUN GILINGAN (STUDI KASUS PG. LESTARI KERTOSONO)
Abstrak: Kebutuhan gula
semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan
pendapatan masyarakat, Untuk memproduksi gula dalam jumlah yang banyak,
diperlukan suatu alat yang dapat membantu dan mempercepat proses produksi
tersebut yakni mesin. Proses produksi gula melalui lima unit stasiun , yaitu stasiun
gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun kristalisasi dan
stasiun penyelesaian. Dari kelima unit stasiun tersebut, stasiun gilingan pada
Pabrik Gula Lestari Kertosono diketahui memiliki downtime yang paling tinggi.
Stasiun gilingan merupakan stasiun awal yang memiliki peran yang sangat penting
karena jika stasiun gilingan sebagai stasiun awal yang memproses tebu mengalami
kerusakan, maka proses produksi gula akan mengalami waktu proses yang lebih
lama atau bahkan dapat mengakibatkan proses produksi gula terhenti. Proses
produksi di Pabrik Gula Lestari Kertosono sering mengalami suatu masalah pada
mesin-mesin yang terdapat di stasiun gilingan yaitu terhambatnya proses
produksi diakibatkan karena mesin yang tiba-tiba tidak dapat berfungsi. Untuk
memperbaiki kondisi tersebut digunakan metode Overall Equipment Effectiveness
(OEE), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Mean Time Between Failure
(MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR). Dari hasil perhitungan yang telah
dilakukan, diperoleh rata-rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE)
mesin-mesin di stasiun gilingan untuk periode giling I sebesar 65,03% dan
periode giling II sebesar 65,35%. Komponen mesin kritis adalah komponen yang
memiliki nilai RPN diatas nilai RPN dari masing-masing mesin. Untuk mesin cane
cutter g memiliki nilai RPN sebesar 73,5, mesin unigrator memiliki nilai RPN
sebesar 83,6 dan untuk mesin rol gilingan memiliki nilai RPN sebesar 79,8. Dari
perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR)
dapat diketahui jadwal maintenance. Jadwal maintenance dibuat dalam bentuk
kalender sesuai dengan daftar pengelompokan komponen dari masing-masing jenis
mesin, waktu perawatan dan banyaknya operator maintenance yang tersedia.
Kata Kunci: PG. Lestari, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Failure
Mode and Effect Analysis (FMEA), Preventive Maintenance
Penulis: Cindy Revitasari,
Oyong Novareza, Zefry Darmawan
Kode Jurnal: jptindustridd150112