KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN TARIF KERETA API EKSEKUTIF JURUSAN MALANG – JAKARTA (STUDI KASUS KERETA API EKSEKUTIF BIMA)
ABSTRACT: Perkembangan
transportasi di Indonesia berkembang dengan pesat selaras dengan berkembangnya
teknologi dan perekonomian masyarakat yang semakin meningkat. PT. KAI sebagai
satu-satunya pengelola perkeretaapian di Indonesia berperan penting dalam
kepuasan konsumen, kepuasan tersebut meliputi pelayanan terhadap sarana dan
prasarana serta kebijakan tarif yang ditetapkan untuk menggunakan transportasi
kereta api. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan
berdasarkan metode IPA serta mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan daya beli
penumpang dengan analisis ATP dan WTP. Hasil kajian menggunakan metode IPA
menunjukkan bahwa terdapat 3 atribut pelayanan KA Eksekutif Bima yang perlu
ditingkatkan. Ketiga atribut tersebut antara lain: (1) Ketersediaan fasilitas
keselamatan dan kesehatan, (2) Kondisi toilet di stasiun dan di kereta, (3)
Ketersediaan fasilitas bagi penumpang difable. Berdasarkan analisis ATP,
diketahui korelasi antara ATP dan pendapatan didapatkan persamaan regresi Y =
0,0058X + 30453 dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp.
14.250.000,- sehingga diperoleh rata-rata ATP regresi sebesar Rp. 113.103,-.
Sedangkan untuk analisis WTP didapatkan persamaan regresi Y = 0,0014X + 38743
dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp. 14.250.000,-, sehingga
diperoleh rata-rata WTP regresi sebesar Rp. 407.293,-. Selanjutnya, dari hasil
yang diperoleh dari PT. KAI didapatkan tarif BOKA adalah sebesar Rp.412.500,-.
Sedangkan tarif rata-rata yang berlaku saat ini adalah sebesar Rp. 485.000,-.
Dengan demikian selisih antara kedua tarif ini bisa digunakan atau dialokasikan
untuk meningkatkan jasa kualitas pelayanan yang dianggap kurang pada KA
Eksekutif Bima.
Penulis: Ahmad Afif Afiyat,
Bietrix Rosalina, M. Zainul Arifin, Achmad Wicaksono
Kode Jurnal: jptsipildd150085