Psychological Well BeingPerempuan Dewasa Awal yang Pernah Mengalami Kekerasan Dalam Pacaran
Abstrak: Kekerasan dalam
pacaran bukanlah hal baru lagi, namun sejauh ini masih cukup terdengar asing di
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Psychological well being perempuan
dewasa awal yang
pernah mengalami kekerasan
dalam pacaran. Psychological well being merupakan keadaan di mana
seseorang memenuhi kebutuhan-kebutuhan untuk menjadi sehat secara psikologis
(Ryff, 1989). Terdapat enam dimensi psychological well being, yaitu penerimaan
diri, hubungan positif dengan orang lain, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, penguasaan
lingkungan dan otonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Fokus penelitian ini adalah psychological well being
perempuan dewasa awal yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Penelitian
ini mengikutsertakan 3 subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan
pada penelitian ini adalah analisis tematik dengan koding terhadap hasil
transkrip wawancara yang telah dibuat verbatim. Hasil penelitian menunjukkan
pada dimensi penerimaan diri ketiga subjek masih belum memiliki sikap positif
terhadap diri sendiri. Dalam hubungan positif dengan orang lain ketiga subjek
mampu menjalin keakraban dan menikmati interaksi, baik melalui percakapan atau
aktivitas bersama. Mereka juga memiliki keinginan untuk terus berkembang dan
merasakan peningkatan dalam diri dari waktu ke waktu dalam dimensi pertumbuhan
pribadi. Ketiga subjek mampu memilih atau menciptakan konteks lingkungan sesuai
dengan kebutuhan atau nilai-nilai pribadi. Dalam dimensi otonomi ketiga subjek
mampu mengevaluasi diri dan berperilaku menggunakan nilainilai pribadi yang
dimiliki. Dalam penelitian ini, faktor yang mempengaruhi psychological well being korban
kekerasan dalam pacaran
adalah regulasi emosi,
strategi coping, spiritualitas, trauma membuka diri (trauma
disclosure) dan status sosioekonomi.
Penulis: Wahyu Kusbadini, Veronika
Suprapti
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140049