Peran Kearifan Lokal Sebagai Modal Sosial Dalam Penyelesaian Konflik Nelayan Di Daerah Kabupaten Situbondo
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal berfungsi sebagai modal
sosial dalam penyelesaian konflik nelayan di daerah Kabupaten Situbondo dan
faktor yang mempengaruhi mereka
mencapai kesejahteraan psikologis
seperti sekarang. Penelitian ini melibatkan enam orang informan
yang mampu memberikan keterangan mengenai konflik nelayan yang
pernah terjadi di
Kabupaten Situbondo dan
bagaimana penyelesaian konflik tersebut. Alat
pengumpul data berupa
pedoman umum wawancara,
alat perekam berupa handphone, kertas dan alat mencatat.
Pedoman wawancara terdiri dari beberapa pertanyaan yang mencakup
bentuk-bentuk konflik, pola
konflik, penyebab konflik,
dan peran kearifan lokal sebagai
modal sosial yang
disusun oleh penulis.
Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keenam
informan memberikan keterangan tentang
adanya konflik nelayan
yang terjadi beberapa
kali di Kabupaten
Situbondo. Konflik yang terjadi
merupakan konflik horisontal
yang melibatkan satu
kelompok nelayan dengan kelompok lainya
karena adanya persaingan
kerja. Keenam informan
menyebutkan bahwa konflik timbul
karena danay tindakan
pelanggaran seperti pelanggaran
jalur mencari ikan, pencurian rumpon, perbedaan alat
tangkap, dan rendahnya kesadaran hukum pada nelayan di Kabupaten Situbondo.
Salah satu jalan penyelesaian dalam menangani konflik yang terjadi elama ini
ialah memanfaatkan kearifan
lokal yang ada
sebagai modal sosial
yaitu dengan dibentuknya Rukun
Nelayan oleh nelayan Kabupaten Situbondo. Perlu adanya kesadaran dari berbagai
pihak terhadap dinamika sosial yang terjadi selama ini pada komunitas nelayan
di Kabupaten Situbondo. Bagi
pihak pemerintah dalam
hal ini Dinas
Kelautan dan Perikanan perlu menerapkan aturan yang telah
dibentuk demi terciptanya kestabilan keamanan nelayan di sana.
Penulis: Ginanjar Sugiarto, Suryanto
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140048