PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VIII-B SEKOLAH MENENGAH PERTAMA WIYATAMA BANDAR LAMPUNG

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  (1) perencanaan  pembelajaran  dengan  menggunakakan  metode  demonstrasi,  (2) proses  pelaksanaan  pembelajaran  pendidikan  jasmani,  (3)  sistem  evaluasi pembelajaran  pendidikan  jasmani  dengan  menggunakan  metode  demonstrasi,  (4) peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas  (classroom  action  research)  yang dilaksanakan  di  SMP  Wiyatama  Bandar  Lampung  pada  tahun  pelajaran  2008-2009 dengan subjek kelas VIII-B sebanyak 40 siswa.  Penelitian ini dilaksanakan dalam  tiga  siklus,  Siklus  kesatu  dengan  menggunakan  demonstrasi  dengan  video pembelajaran,  siklus  kedua  menggunakan  demonstrasi  dengan  modifikasi  alat pembelajaran siklus ketiga menggunakan demonstrasi dengan video pembelajaran dan  modifikasi  alat  pembelajaran.  Pengunpulan  data  menggunakan  lembar observasi,  tes  tertulis  dan  tes  praktik.   Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa:  (1) Perencanaan pembelajaran pada siklus kesatu mendapat nilai 2,35 siklus kedua 3,25  dan  siklus  ketiga  4,7.  (2)  Persentase  siswa  yang  tergolong  aktif  dalam pembelajaran  di  kelas  VIII-B  pada  siklus  kesatu  62,5%,  untuk  siklus  kedua meningkat  menjadi  75%,  untuk  siklus  ketiga  diperoleh  persentase  siswa  yang tergolong aktif sebesar 90%. (3) Sistem evaluasi siklus kesatu menggunakan soal uraian  diperoleh  nilai  validitas  sebesar  0,45  termasuk  kategori  cukup,  reliabilitas sebesar 0,50 dalam kategori cukup, tingkat kesukaran sebesar 0,80 dalam kategori mudah, dan daya beda 0,25 dalam kategori cukup, siklus kedua menggunakan tes keterampilan diperoleh validitas sebesar 0,65 termasuk kategori tinggi, reliabilitas sebesar 0,55 dalam kategori cukup, tingkat kesukaran sebesar 0,25 dalam kategori sukar,  dan  daya  beda  0,43  dalam  kategori  baik,  siklus  ketiga  menggunakan  soal uraian  dan  tes  keterampilan  diperoleh  validitas  sebesar  0,79  termasuk  kategori tinggi,  reliabilitas  sebesar  0,89  dalam  kategori  sangat  tinggi,  tingkat  kesukaran sebesar 0,70 dalam kategori sedang, dan daya beda 0,68 dalam kategori baik. (4) Prestasi  belajar  siswa  yang  tergolong  tuntas  pada  siklus  pertama  diperoleh persentase  sebesar  25%,  pada  siklus  kedua  diperoleh  persentase  sebesar  67,5% untuk siklus ketiga diperoleh persentase hasil sebesar 92,5%.  
Kata  kunci:  Prestasi  belajar,  sistem  evaluasi,  metode  demonstrasi.  aktivitas siswa, penelitian tindakan kelas
Penulis: Widdy Guntur Bawono, Bambang Sumitro, Sudirman Husin
Kode Jurnal: jppendidikandd130820

Artikel Terkait :