PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 DAN XI IPS 2 SEMESTER GANJIL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG
Abstrak: penggunaan
model pembelajaran problem
based learning dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis
mata pelajaran sejarah siswa kelas xi
ips 1 dan xi ips 2 semester ganjil di sekolah menengah atas negeri 13 bandar
lampung Tujuan penelitian ini
untuk menganalisis :
(1) desain perencanaan
pembelajaran dengan Problem Based
Learning (PBL); (2) proses pembelajaran dengan PBL dalam peningkatan kemampuan berpikir
kritis mata pelajaran
sejarah; (3) sistem
evaluasi pembelajaran dengan PBL
dalam peningkatan kemampuan
berpikir kritis mata
pelajaran sejarah; (4) peningkatan kemampuan
berpikir kritis mata
pelajaran sejarah.Metode Penelitian
yang digunakan adalah penelitian
tindakan kelas dengan
tiga siklus: pada
siklus I menggunakan PBL
individu, siklus II PBL kelompok,
dan siklus III menggunakan PBL kelompok kecil. Data diambil melalui
observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil
penelitian diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: (1) desain
perencanaan pembelajaran PBL
dengan sintak merumuskan
masalah, menganalisis
masalah, merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data dan
merumuskan rekomendasi pada materi
kebudayaan Hindu Budha
dilakukan melalui diskusi
yang dimulai dengan membagi
kelompok, melaksanakan diskusi
dan menyimpulkan hasil diskusi; (2)
proses pembelajaran dengan
PBL dilaksanakan melaui
diskusi kelompok kecil berjumlah
3 orang dengan
aktivitas dan komunikasi
siswa menentukan masalah, membaca teks,
merumuskan berbagai kemungkinan
pemecahan masalah sedangkan aktivitas guru
memberi penjelasan tentang
masalah yang akan
dibahas; (3) sistem evaluasi pembelajaran dengan PBL
dengan soal esai dalam bentuk uraian singkat, dengan validitas 0,421
dan reliabilitas 0,6667;
(4) kemampuan berpikir
kritis mata pelajaran sejarah di
kelas XI IPS
I mengalami peningkatan,
pada siklus I
rerata 17,2 dengan kategori cukup baik, siklus II
retata 18,4 dengan kategori cukup baik
dan siklus III rerata 21,9 dengan kategori
baik.sedangkan pada kelas
XI IPS 2
mengalami peningkatan pada siklus I, kemampuan berpikir kritis
siswa 16,36, pada siklus II menjadi 16,70 dan siklus III meningkat menjadi
21,9.
Penulis: Sunaryo, Herpratiwi,
Maskun
Kode Jurnal: jppendidikandd130821