HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU SD NEGERI SEKECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK: Permasalahan
yang dibahas dalam
penelitian ini adalah hubungan supervisi
kepala sekolah dan
motivasi berprestasi dengan
kinerja guru SD Negeri sekecamatan Teluk Betung Selatan Bandar
Lampung.Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui hubungan supervisi
kepala sekolah dan motivasi
berprestasi dengan kinerja
guru SD Negeri
sekecamatan Teluk Betung Selatan
Bandar Lampung. Penelitian dilakukan pada guru SD Negeri sekecamatan Teluk
Betung Selatan Bandar
Lampung menggunakan metode deskriptif kuantitatif
dengan subjek penelitian
berjumlah 36 orang
guru SD Negeri sekecamatan Teluk
Betung Selatan Bandar Lampung. Data diperoleh melalui angket
dan dokumentasi, kemudian
dianalisis dengan menggunakan teknik korelasional
dan regresi baik
secara sederhana maupun
ganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan korelasi Product Moment dan korelasi ganda, yang
sebelumnya telah dilakukan
pengujian prasyarat analisis diantaranya yaitu uji normalitas dan
homogenitas. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil
sebagai berikut: 1)
terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara
supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru, mengandung arti bahwa semakin baik
persepsi seorang guru
mengenai supervisi kepala sekolah maka semakin baik pula
kinerjanya, 2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan
antara motivasi berprestasi
dengan kinerja guru,
mengandung arti bahwa semakin baik disiplin kerja seorang guru maka
semakin baik pula kinerjanya, 3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan
antara supervisi kepala sekolah dan motivasi berprestasi dengan kinerja guru,
mengandung arti bahwa semakin baik
persepsi guru mengenai
supervisi kepala sekolah
dan disiplin kerja seorang
guru maka semakin
baik pula kinerjanya.
Saran yang disampaikan dari
hasil penelitian ini
adalah (1) Guru
hendaknya dapat menumbuhkan
motivasi berprestasi yang tinggi dan tidak merasa puas dengan kinerja yang
telah dicapai, sehingga
akan selalu termotivasi
untuk maju dan berkembang. (2) Kepala sekolah hendaknya dapat melakukan
supervisi secara teratur dan berkala, menggunakan pendekatan kekeluargaan.
Penulis: Rohela Yanes,
Sowiyah, Supomo Kandar
Kode Jurnal: jppendidikandd130849